oleh

Khofifah: Elektabilitas Jokowi-Maruf di Jatim 61 Persen

JAKARTA. Netpitu.com – Provinsi Jawa timur masih menjadi lumbung perolehan suara bagi calon Presiden petagana, Joko Widodo ( Jokowi ) yang berpasangan dengan calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin, dalam Pilpres yang akan digelar 17 April 2019 mendatang.

Menurut Dewan Pengarah Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), Khofifah Indar Parawansa, saat ini elektabilitas Joko Widodo-Ma’ruf Amin berkisar 57 hingga 61 persen.

Hal itu disampaikan Khofifah saat ditemui di acara deklarasi JKSN DKI Jakarta untuk memenangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (19/12).

“Kebetulan saya 3 hari lalu hadir dalam rilis sebuah survei pada posisi bulan Oktober tapi baru dirilis kemarin itu 57 persen. Tapi ada survei bulan November 61 persen. Jadi ada undecided voters masih 21 persen di Jatim (Jawa Timur),” papar Khofifah.

Dari elektabilitas tersebut, kata Khofifah, sejatinya masyarakat yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi berdasarkan survei sejumlah lembaga berada di kisaran 70 persen.

Ia pun mengatakan dari berbagai survei pula dinyatakan bahwa pemilih di Jatim cenderung rasional, bahkan paling rasional dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Jawa.

Dengan demikian, kata Khofifah, pemilih di Jatim sangat mengedepankan program yang ditawarkan kepada mereka untuk menentukan pilihan.

Karena itu, kata Khofifah, nantinya pendekatan yang dilakukan untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Jatim dengan menyinergikan kampanye dan keberhasilan Jokowi.

“Pemilih melakukan identifikasi memilih calon presiden, satu, karena program, dua, karena kelayakan dan tiga karena fatwa ulama. Ini tiga besar apa yang menjadi dasar pemilih Jatim memilih pemimpinnya,” kata Khofifah.

“Rasanya kalau ini bisa efektif dilakukan proses pendekatan yang bersinergi, rasanya Pak Jokowi akan mendapatkan kemenangan yang signifikan di Jatim,” lanjut dia.

Hanya saja, diakui Khofifah untuk memenangkan suara di wilayah Madura Jokowi – Maruf harus bekerja lebih keras lagi di Madura, dimana pada Pemilu Presiden 2014 lalu, pasangan Jokowi – Jusuf Kalla, mengalami kekalahan.

Khofifah menyakini jika kampanye di Madura digarap serius maka mayoritas pemilih di Madura akan memilih Jokowi Maruf.

(*/ams)