Khofifah: Elektabilitas Jokowi-Maruf di Jatim 61 Persen

- Tim

Kamis, 20 Desember 2018 - 08:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA. Netpitu.com – Provinsi Jawa timur masih menjadi lumbung perolehan suara bagi calon Presiden petagana, Joko Widodo ( Jokowi ) yang berpasangan dengan calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin, dalam Pilpres yang akan digelar 17 April 2019 mendatang.

Menurut Dewan Pengarah Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), Khofifah Indar Parawansa, saat ini elektabilitas Joko Widodo-Ma’ruf Amin berkisar 57 hingga 61 persen.

Hal itu disampaikan Khofifah saat ditemui di acara deklarasi JKSN DKI Jakarta untuk memenangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (19/12).

“Kebetulan saya 3 hari lalu hadir dalam rilis sebuah survei pada posisi bulan Oktober tapi baru dirilis kemarin itu 57 persen. Tapi ada survei bulan November 61 persen. Jadi ada undecided voters masih 21 persen di Jatim (Jawa Timur),” papar Khofifah.

Dari elektabilitas tersebut, kata Khofifah, sejatinya masyarakat yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi berdasarkan survei sejumlah lembaga berada di kisaran 70 persen.

Ia pun mengatakan dari berbagai survei pula dinyatakan bahwa pemilih di Jatim cenderung rasional, bahkan paling rasional dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Jawa.

Baca Juga :  Rommy Ajak Ulama Perangi Hoax

Dengan demikian, kata Khofifah, pemilih di Jatim sangat mengedepankan program yang ditawarkan kepada mereka untuk menentukan pilihan.

Karena itu, kata Khofifah, nantinya pendekatan yang dilakukan untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Jatim dengan menyinergikan kampanye dan keberhasilan Jokowi.

“Pemilih melakukan identifikasi memilih calon presiden, satu, karena program, dua, karena kelayakan dan tiga karena fatwa ulama. Ini tiga besar apa yang menjadi dasar pemilih Jatim memilih pemimpinnya,” kata Khofifah.

Baca Juga :  Survei LSI Denny JA : Jokowi Maruf 55,9 Persen, Prabowo Sandiaga Uno 34,2 Persen

“Rasanya kalau ini bisa efektif dilakukan proses pendekatan yang bersinergi, rasanya Pak Jokowi akan mendapatkan kemenangan yang signifikan di Jatim,” lanjut dia.

Hanya saja, diakui Khofifah untuk memenangkan suara di wilayah Madura Jokowi – Maruf harus bekerja lebih keras lagi di Madura, dimana pada Pemilu Presiden 2014 lalu, pasangan Jokowi – Jusuf Kalla, mengalami kekalahan.

Khofifah menyakini jika kampanye di Madura digarap serius maka mayoritas pemilih di Madura akan memilih Jokowi Maruf.

(*/ams)

Berita Terkait

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa
Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh
Bawaslu RI Gelar Sidang Laporan Anwar Sholeh, Soal Penetapan DCT DPR, Anna Mu’awanah
DPC PPP Bojonegoro Siap Menangkan Ganjar di Pilpres 2024