oleh

Selamatkan Hutan Lindung Perhutani Parengan dan Masyarakat Desa Hutan Tanam 12.968 Pohon

-GOODNEWS-295 views

TUBAN. Netpitu.com –  Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Parengan di awal musim penghujan sudah mempersiapkan dan melakukan gerakan penghijauan. Sasarannya kali ini adalah kawasan hutan lindung di petak 9a.

“Awal musim hujan kami percepat pelaksanaannya dikawasan hutan lindung karena hal tersebut merupakan tugas utama penyelamatan pada kawasan hutan lindung,” ungkapnya saat dikonfirmasi netpitu.com di kantornya.

Program penghijauan tersebut dikonfirmasi media ini karena Asper BKPH Mulyoagung, Badar yang melaksanakan penanaman bersama masyarakat dan steakholder setempat dengan menanam pohon jenis rimba dan lainnya sebanyak 12.968 pohon di petak 9a, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mulyoagung, Kamis (19/12/20).

“Untuk merehabiltasi Hutan Lingdun, pohon yang di tanam sebagai tanaman pokok  10 353 pohon  yaitu Trembesi, Nangka, Juwet, Kluweh, Kepoh , Jambu Mente,” papar Asper Badar kepada media ini dilokasi, pagi tadi.

Badar melanjutkan bahwa untuk menanam di tanaman sela,  sebanyak 2615 pohon jenis Kalindra, Gamal, Kopi ,Secang, Lamtoro.

Hadir dalam acara gerakan menanam bersama masyarakat desa sekitar hutan, Asper BKPH Mulyoagung  Moch Badar didatangi secara suka rela untuk berbakti kepada NKRI telah hadir Babinsa Koramil Monong, Kusnul Yakin dan Bhabinkamtibmas Polsek Montong, Yuwono, Ketua LMDH Wonomulyo, Tarto, Anggota Saka Wana Bhakti  dan segenap Karyawan BKPH Mulyoagung.

Administratur  dalam kesempatan ini  mengucapkan terima kasih kepada Babinsa, Babinmas, LMDH Pendamping , Saka Wana Bhakti  dan Karyawan Perhutani yang ikut  menanam di hutan petak tersebut yang telah sukses dan didukung masyrakat.

“Acara penanaman bersama ini mestinya dilaksanakan lebih awal seperti tata waktu yang sudah diprogramkan Perhutani. Berhubung baru turun hujan baru bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Lebih detail Adm Perhutani Parengan menjelaskan bahwa tanaman RHL ini dibiayai anggaran dari APBN dan keamanannya langsung dalam pengawasan dari BPDAS Solo.

“Jadi selama 3 Tahun kedepan pemerintah bagian BP DAS Solo masih ikut mengawasi dan tanggung jawab dalam keberhasilannya,” tuturnya ke media ini.

(met)