oleh

Nyadran Di Sukosewu Pejabat pun Diarak Keliling Kampung

BOJONEGORO. Netpitu.com “Nyadran” atau Sedekah bumi merupakan salah satu tradisi ritual yang mssin bertahan di Bojonegoro. Di sebagian Desa upacaran Nyadran ini juga disebut dengan istilah bersih Desa.

Di Desa Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, dalam menyelenggarakan upacara nydran selalu menggelar seni Tayub yang dilaksanakan semalam suntuk di kantor Balai Desa.

Baca Juga :  Cegah Kecurangan Proyek, Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Lakukan Cek dan Recek Pelaksanaan Proyek

Sebelum acara Tayuban digelar oleh Pemerintah Desa Sukosewu terlebih dahulu diadakan selametan atau bancaan di tempat leluhur Desa dan juga arak-arakan Gunungan mengelilingi Desa yang dilakukan oleh warga Desa Sukosewu.

Adapun isi dari gunungan tersebut adalah hasil dari sawah atau bumi berisi Sayuran Seperti Kacang Panjang ,lombok ,jagung ,Wortel ,terong dan masih banyak yang lainya.

Baca Juga :  Sebelas Tahun Netpitu Gelar Doa Tolak Bala'

Menurut Kepala Desa Sukpsewu, Wiwik, tujuan dari acara Sedekah bumi dan Tayuban ini adalah nguri-nguri budaya jawi agar supaya tidak dilupakan anak muda sekarang.

Karena budaya Sedekah bumi ini sudah ada sejak nenek moyang terdahului dan pantas untuk dilestarikan. Agar supaya tetap dijaga dan lestari hingga anak cucu nanti.

“Setiap setahun sekali kita selalu melakukan acara ini,” Ucap Wiwik.

Baca Juga :  2 Desa Di Bojonegoro Jadi Sasaran Seminar Unair

(dan)