oleh

Polres Bojonegoro Gelar Apel Sispam Kota Pengamanan Pemilu

BOJONEGORO.Netpitu.com – Praktik Pemilu serentak 2019 akan berlangsung tidak mudah, penuh tantangan, dan berpotensi mengalami banyak persoalan.

Diantaranya,adanya praktik Pemilu yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya -baik dari segi teknis pelaksanaan, situasi politik, kondisi sosial masyarakat, dan pola-pola kampanye-yang akan menghasilkan potensi kerawanan pada variasi dan tingkatan yang berbeda pula..

Karena Pemilu 2019 merupakan pemilu serentak pertama di Indonesia, di mana pemilih akan melakukan pencoblosan surat suara Secara bersamaan baik untuk Presiden/Wakil Presiden, maupun DPR RI/DPD RI, dan DPRD Provinsi/Kab/Kota.

Hal tersebut dikatakan Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Juawanah, saat membuka Apel Sispam Kota Pengamanan Pemilu 2019 yang digelar oleh Polres Bojonegoro dan diikuti oleh 800 personil dari unsur TNI, POLRI, Linmas, Satpol PP, PMK dan beberapa unsur lembaga lainnya.

Apel ini bertujuan menyatukan sinergitas persiapan dari seluruh elemen pengaman Pemilu agar nantinya pemilu 2019 dapat berjalan lancar, aman dan damai

Menurut Bupati berbagai potensi kerawanan tersebut, dapat terjadi dalam setiap tahapan pemilu berupa pelanggaran tindak pidana pemilu, termasuk tindak pidana umum, yang harus dapat di kelola dan ditangani.

Oleh karena itu, dalam rangka menjamin stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya pemilu 2019, kegiatan simulasi pengamanan seperti ini memang sangat diperlukan.

Kegiatan seperti ini diharapkan mampu mewujudkan terciptanya situasi kemanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, agar dapat memberikan rasa aman kepada para penyelenggara dan peserta pemilu, serta menjamin masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan jernih sesuai hati nuraninya.

(dan)