Minta Dibeli Dengan harga Layak, Warga Desa Semambung-Kanor Tunggu Penawaran Harga Tanah Dari Pemkab

- Team

Selasa, 21 April 2020 - 15:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com
Warga Desa Semambung terdampak pembangunan jembatan Kanor – Rengel meminta pada Pemkab untuk megganti kerugian tanahnya yang terkena pembangunan jembatan Kanor dengan pembayaran uang.

Permintaan bentuk ganti kerugian itu sesuai dengan Undang-undang nomer 2 tahun 2012, tentang Pengadaan tanah untuk kepentingan umum,
Perpres no 148 tahun 2015 yang merupakan perubahan terakhir dari Perpres 71 tahun 2012
Tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

Dalam musyawarah kesepakatan bentuk ganti kerugian dalam pembebasan tanah untuk jembatan Kanor – Rengel, pada Senin, 17 April 2020 lalu, ke 23 warga terdampak pembangunan jembatan Kanor – Rengel sepakat untuk minta diganti dengan uang, dengan skema jual beli tanah.

Untuk besaran ganti kerugian tanahnya mereka meminta Pemkab untuk membeli dengan harga layak. Lantaran harga tanah di sekitaran Desa Senambung, Kanor, sekarang ini sudah melonjak tinggi dibanding dengan harga tanah sesuai NJOP.

“Untuk harganya belum ditentukan oleh warga, hingga sekarang ini warga masih menunggu penawaran harga tanah yang diajukan Pemkab,” kata Adi Suroyo, penasehat hukum warga dari firma hukum Sunaryo Abuma’in dan Rekan, Selasa, (21/04/2020).

Baca Juga :  Kontrak Berakhir Dinas PU Tetap Nekat Kerjakan Proyek Jembatan Trucuk

Setelah warga mendapat penawaran harga dari Pemkab, mereka baru akan musyawarah membahas permintaan harga ganti kerugian tanah yang terkena pembebasan untuk pembangunan jembatan Kanor.

Lebih lanjut dikatakan Adi, intinya masyarakat menghendaki harga tanah dibeli dengan harga kelayakan atau harga sesuai pasaran tanah yang berlaku sekarang ini, sehingga hasil dari penjualan tanah tersebut mereka (warga) bisa membeli rumah dan tanah kembali di Desa Semambuung.

Baca Juga :  Semen Indonesia Libatkan Masyarakat Produksi Masker

Terlebih sebenarnya warga tidak ada niat nenjual rumah dan tanahnya yang berada di sekitaran lokasi yang akan dibangunnya jembatan penyeberangan Bengawan Solo, yang menghubungkan Kecamatan Kanor- Rengel.

Untuk pertemuan lanjutan dari musyawarah pembebasan tanah tersebut informasi yang diperoleh pihak Penasehat hukum akan dilakukan Pemkab Bojonegoro pada Rabu besuk (22/04)2020), dengan memanggil warga yang tanah dan rumah tinggalnya terkena dampak pembangunan jembatan Kanor ke kantor Pemkab Bojonegoro.

(ro)

Berita Terkait

Bebani Masyarakat, Sarbumusi Bojonegoro Tolak Tapera
David FS : Entas Kemiskinan, Garpu Jatim Akan Launching 1.000 Warung UMKM
Sandiaga Uno Bicarakan Industri Kreatif di Bojonegoro
Wujudkan Kesejahteraan Rakyat Golkar Lounching Kios Baqoel Karya Berkah
Peringati Hari Koperasi Dekopinda Bojonegoro Salurkan Sembako dan Daging Kurban
Peran BumDes Dalam Peningkatan Perekonomian Rakyat
PT.Rekind Belum Selesaikan Pembayaran Pada Vendor Penyedia Makanan dan Minuman
Zakat Fitrah Tahun Ini Ditentukan Sebesar 3 Kg Beras

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 18:57

Polres Tuban Bakal Panggil Anna Mu’awanah Terkait Dugaan Laporan Palsu Ke Polisi

Kamis, 13 Juni 2024 - 02:53

Job Fair SMKN 1 Bojonegoro Sukses Jaring 1.217 Orang Pelamar Kerja

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:03

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Senin, 10 Juni 2024 - 13:16

Diikuti 44 Didu dan PT, SMKN 1 Bojonegoro Mulai 11 – 13 Juni Gelar Job Fair Untuk Umum

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:09

Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:00

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 9 Maret 2024 - 21:31

Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32