oleh

Dandim Tuban : Bangun Persatuan Bangsa, Jadilah Seperti Sapu Lidi

TUBAN. Netpitu.com – Bangsa Indonesia harus bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia dengan menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan tiap elemen di masyarakat. 

Hal ini sesuai dengan pemaparan Bung Karno yang menggambarkan Persatuan Bangsa layaknya Sapu Lidi. Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Tetapi jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu.

“Mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat,” ujar Dandim 0811, Tuban, Letkol Infantri Nur Wicahyanto,SE saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Ke-110, Senin (21/05/2018) di Alun-Alun Kabupaten Tuban

Baca Juga :  SKln Dan IOF Pengcab Bojonegoro Berbagi 530 Paket Ramadhan

Menurut Nur Wicahyanto, perkiraan Badan Pusat Statistik, pada 2028 sampai 2031, bangsa Indonesia akan memasuki era keemasan dalam konsep kependudukan yaitu bonus demografi.

Angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah, yaitu 46,9 persen. Karena itu, diperlukan upaya guna mendorong dunia pendidikan, diantaranya bekerja sama dengan industri dan bisnis, untuk mencari terobosan-terobosan baru dalam pendidikan vokasi.

Bonus demografi yang beririsan dengan “generasi millenial”, pada saat yang sama terpapar masifnya perkembangan teknologi, terutama teknologi digital. Digitalisasi di berbagai bidang ini juga membuka jendela peluang dan ancaman yang sama. 

Baca Juga :  Sedulur Silat Bojonegoro Bareng Bagikan Takjil Pada Pengguna Jalan

“Ia akan menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar, namun akan menjadi berkah jika kita mampu menaklukkannya menjadi pemain yang menentukan lansekap ekonomi berbasis digital dunia,” tegas Dandim. 

Pada kesempatan itu, Dandim 0811 juga mengajak untuk bersama-sama menjauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif agar generasi penerus bangsa bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaatnya. 

Baca Juga :  KAI Sediakan Layanan Test Covid GeNose di Stasiun Bojonegoro

“Karena itu, kita bersama-sama menjaga dunia yang serba digital ini, agar menjadi wadah yang kondusif bagi  perkembangan budi pekerti, yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus kita,” pungkas Dandim. 

Upacara dihadiri Bupati, Wakil Bupati Tuban dan jajaran Forkopimda ini, serta sekitar 500 peserta upacara yang terdiri dari perwakilan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri, Satpol PP, dan beberapa lembaga pendidikan yang ada di Tuban.

(gio)