oleh

Pendaftar Balon Bupati di PDIP Bojonegoro Belum Setor Formulir

BOJONEGORO. Netpitu.com – Meski sudah memasuki masa pengembalian Formulir pendaftaran bakal calon bupati/ wakil bupati Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), namun hingga berita ini ditulis, Rabu (21/6), belum ada satupun bakal calon yang datang ke kantor PDIP untuk serahkan formulir.

Dari pendaftaran bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati untuk Pilkada serentak 2018 mendatang yang dibuka PDIP 1 Juni hingga 15 Juni 2017 lalu, setidaknya sudah ada 5 bakal calon yang mendatar.

Mereka adalah, Budi Irawanto (Wawan), Heru Suroso, Akmal Budianto, Puji Dewanto, dan Arief Januarso. Dari kelimanya kecuali Budi Irawanto, belum ada yang menyerahkan kembali formulir yang diambilnya beberapa waktu lalu.

Sekretaris DPC PDIP Bojonegoro, Doni Bayu Setiawan, mengatakan bahwa untuk pengembalian formulir bacalon Bupati dibatasi hingga 30 Juni 2017.

Butuh Koalisi Partai Lain.

Meski telah membuka pendaftaran bagi bakal calon bupati dan wakil bupati namun tidak serta merta Partai banteng moncong putih itu bisa mengusung bacalon yang mendaftar sebagai calon bupati. Lantaran PDIP Bojonegoro hanya memiliki perolehan 5 kursi di DPRD.

Sedang persyaratan untuk mengajukan bacalon bupati-wakil bupati pada Pilkada serentak 2018 mendatang, partai pengusung harus memiliki setidaknya 10 kursi di DPRD hasil Pemilu legeslatif 2014-2019.

Jika kurang dari 10 kursi maka partai tersebut harus berkoalisi dengan partai lain hingga memenuhi syarat kuota 10 kursi.

Sementara itu dari isu yang bekembang di lapangan, santer disebut-sebut PDIP nantinya bakal menggandeng Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai mitra koalisi. Mengingat Pilkada serentak 2018 merupakan pertarungan kepala daerah, yang nantinya jika kepala daerah yang diusungnya menjadi pemenang diharapkan dapat mendongkrak perolehan suara (kursi,red) partai di Pemilu legeslatif 2019 mendatang.

Sinyal kuat akan bersatunya PDIP-PKB dalam koalisi Pilkada Serentak 2018 untuk wilayah Jawa timur memang sudah lama disuarakan oleh elit PDIP di Jakarta. Jika paketnya Pilkada Gubernur juga termasuk Pilkada Bupati maka PDIP mau tak mau harus rundingan dengan PKB Bojonegoro. Untuk menentukan siapa calon bupati dan siapa pula wakil bupati yang mendampinginya.

Hanya saja yang perlu dicatat PKB Bojonegoro yang memiliki 6 kursi DPRD tentunya tidak akan mau mengalah soal bakal calon bupati. Untuk yang satu ini PKB bakal ngotot memerjuangkan kader partainya untuk diusung menjadi bakal calon bupati, bukannya wakil bupati.

Bambang Soenaryanto, polikus PDIP kepada netpitu.com membenarkan ada isu koalisi PDIP-PKB, tapi menurutnya hal tersebut belum bisa dipastikan. Lantaran hitung-hitungan politiknya belum final.

“ Yang jelas koalisi partai akan tetap terbuka. Ini Balonkan juga baru mulai mensosialisasikan pencalonannya kepada masyarakat. Cuma persoalannya mereka nanti bisa berangkat ke tahapan daftar Pilkada di KPU itu yang masih belum ada kepastian. Meskipun Balon tersebut seorang ketua partai pemilik kursi di DPRD,” ujar bambang Soen.

Karena, kata Bambang Soen, yang berhak memberikan rekomendasi Balon buati-wakil bupati nanti adalah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai di Jakarta, bukannya Dewan Pimpinan Cabang di Kabupaten maupun di Provinsi.

“ Jadi mereka yang daftar di PDIP itu peluangnya juga sama dengan kader PDIP sendiri. Tergantung hasil survey nanti, siapa yang lebih unggul. Selain itu juga pertimbangan-pertimbangan lain dari pengurus DPP. Siapa yang benar-benar layak untuk diusung sebagai balon bupati-wakil bupati,” jelas Bambang Soen, anggota Bappilu DPD PDIP Jatim itu.

(Red/Pur)    

Editor : Edy Kuntjoro