Jualan Kopi Lendir MN Terancam Pidana Penjara Setahun Empat Bulan

- Team

Sabtu, 21 Juli 2018 - 21:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN. Netpitu.com – Seorang pria berinisial MN asal Desa Sugihwaras, (60) terpaksa meringkuk disel tahanan karena memperdagangkan dua wanita kepada pria hidung belang di wilayah Bumi Wali Tuban.

Laki-laki itu menjual dua perempuan sebagai budak seks baik siang hari maupun malam di tempat tinggalnya yang berada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban, dengan harga Rp 100 ribu untuk sekali layani pria hidung belang diatas ranjang.

“Tiap kali transaksi wanita-wanita tersebut bayarannya Rp 100 ribu untuk sekali maen,” kata Eka Hariadi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tuban, Sabtu, (21/7/2018).

Menurt Jaksa muda ini bisnis haram yang dilakoni MN sudah berjalan cukup lama dengan modus berjualan kopi di warungnya.

“Modus pelaku dengan membuka warung kopi,” ungkap Jaksa muda itu.

Selain berjualan kopi, warung MN juga menyediakan wanita penghibur.

Baca Juga :  Selama 6 Bulan KPK Terima Laporan Gratifikasi Rp108 miliar

Setiap sekali transaksi, tersangka mendapatkan persenan Rp 25 ribu up.
Persenan itu diberikan sebagai sewa kamar, dan persenan bisa bertambah jika tamu minta tambahan jam main.

Dalam sehari, dia bisa memperdagangkan wanita-wanitanya ke para pria hidung belang hingga 4 orang, bahkan bisa lebih jika sedang ramai pelanggan.

“Dalam bisnisnya itu tersangka juga mendapat keuntungan dari sewa kamar,” ungkap Eka.

Atas perbuatannya MN terancam Pasal 296 KUHP tentang barangsiapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan cabul oleh orang lain dengan orang lain, dan menjadikannya sebagai pencarian atau kebiasaan.

Baca Juga :  Dua Polres Ungkap Penipuan Pembelian Barang Via Online di Bojonegoro

Dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.

“Berkas itu telah kita limpahkan, dan akan disindangkan pertama di PN Tuban pada tanggal 25 Juli 2018 mendatang. Kasus itu diungkap pihak kepolisian Polres Tuban,” pungkasnya.

(gio)

Berita Terkait

Bebani Masyarakat, Sarbumusi Bojonegoro Tolak Tapera
Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh
Mantan Camat Padangan Kembali Dihadirkan di Persidangan Dugaan Korupsi BKKD
Putusan Banding PT Tipikor Surabaya Bebaskan Shodikin Dari Dakwaan Primair JPU
Jual Proyek Fiktif Kades Kanten Dilaporkan Ke Polisi
Anwar Sholeh Serahkan Bukti Tambahan Kasus Dugaan Pemalsuan Data Otentik
Duit BOP TPQ Diduga Mengalir Ke Kantor Kemenag Untuk Ganti Cetak Piagam
Duit BOP TPQ Lari Kemana ? Ini Pengakuan Ketua FKTPQ

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 11:47

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Desember 2023 - 08:11

Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Jumat, 1 Desember 2023 - 08:54

Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Jun 2024 - 11:47