oleh

Beruntungnya Rakyat Indonesia Punya Pancasila

BOJONEGORO. Netpitu.com – Perbedaan etnis, suku, budaya dan agama bukanlah menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia yang menjadikan Pancasila sebagai dasar negara.

“Karena Pancasila telah terbukti mampu menjadi perekat bangsa Indonesia yang multi etnis dan multi agama,” Demikian dikatakan pimpinan Fraksi PDI Perjuangan MPR RI H. Abidin Fikri, SH, MH, saat melakukan sosialisasi empat pilar MPR RI di hadapan ratusan ustad dan ustadzah Madrasah Diniyah, di gedung Madin Miftahul Huda, Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro, Senin (20/8).

Menurut H. Abidin Fikri, SH., MH. bahwa seluruh rakyat Indonesia harus bersyukur karena Indonesia memiliki dasar negara Pancasila. Lantaran tidak semua negara mampu merumuskan dasar negaranya seperti Indonesia.

Ia memberi contoh India yang merdeka pada 1947. Negara yang tersohor dengan film Bollywood itu mengalami perpecahan dan perang saudara lantaran terdapat perbedaan soal dasar negara.

“Mayoritas umat bergama Hindu memilih menjadi India, dan yang muslim menjadi Pakistan, selanjutnya karena perbedaan bahasa, bahasa Urdu dan bahasa Bangli, mayoritas bahasa Bangli menjadi negara Bangladesh. Kemudian karena sengketa wilayah maka terjadi pergolakan di daerah Kashmir,” jelas Abidin.

“Hal ini patut kita syukur karena Indonesia tidak mengalami apa yang terjadi di India, Bangladesh, Pakistan dan Kashmir. Karena kita mampu merumuskan dasar negara seperti yang disampaikan pada Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 yaitu Pancasila yang memuat lima prinsip dasar Indonesia Merdeka, yaitu Kebangsaan, Perikemanusiaan, Mufakat/Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan, ini sama dengan Pancasila yang kita kenal sekarang,” lanjut Abidin.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, dapil Bojonegoro – Tuban ini menegaskan, bahwa prinsip Pancasila bukan terletak pada urutan sila-sila tersebut.

Lebih dari itu, lima prinsip dalam Pancasila itu yang menjadi prinsip dasar Indonesia merdeka, dimana Indonesia merdeka bukan untuk satu golongan semata, tapi satu buat semua, semua buat satu.

Sementara itu, Pujiono, S. Pd, kepala Madrasah Diniyah Miftahul Huda, Desa Genjor, mengingatkan kepada ustad dan ustadzah yang hadir dalam sosialisasi empat pilar MPR RI, agar menekankan nilai-nilai kerukunan, budaya dan budi luhur yang terkandung dalam Pancasila di tengah kehidupan bermasyarakat.

(ro)