oleh

Panen “Jamur Janggel” Budi Daya DPD LPM Bojonegoro

BOJONEGORO. Netpitu.com – Masih ingat dengan artikel “jamur janggel” yang dimuat netpitu.com dua pekan lalu. Kini “janggel” batang jagung itu telah dipenuhi jamur dan siap dipanen.

Berawal dari pelatihan dan praktik langsung budidaya Jamur Janggel yang didampingi oleh Tim DPD LPM Kabupaten Bojonegoro, yang bertempat di rumah Sriyono yang berprofesi sebagai petani sekaligus Ketua BPD Desa Kasiman ini. Setelah 15 hari berlalu, tibalah saatnya kini untuk menikmati hasilnya.

Selama 15 hari pacsa janggel yang menjadi media tumbuhnya jamur disiapkan, harus disirami air tiap 2 hari sekali. Penyiraman air diperlukan untuk menjaga kelembapan media janggel guna pertumbuhan jamur.

Dwi Sutrisno, pendamping praktik budidata jamur dari DPD LPM Bojonegoro ini mengarakan, bahan yang diperlukan untuk membuat jamur janggel adalah janggel ( limbah batang biji jagung ), pupuk urea, ragi tape dan air cucian beras (leri).

Selanjutnya, setelah ditata sedemikian rupa, dan terlindung dari panas matahari dan hujan. Setiap dua hari sekali cukup dilakukan penyiraman dengan air. Tunggu 2 sampai dengan 3 minggu, jamur akan tumbuh dan bisa dipanen.

Menurut penjelasan Sriyono bahwa panen jamur ini tiap hari sekitar 1 kg dan sudah 15 hari panen. Sepertinya ini yang terakhir karena jamurnya sudah kecil-kecil dan peryumbuhannya berkurang.

Dengan panen 15 hari maka panen petani sekitar 15 kg, harga pasaran satu kilo gram 30.000 maka petani bisa menambah penghasilan keluarga Rp. 450.000,-.

Hasil panen jamur janggel bisa dimasak untuk berbagai menu masakan. Tumis jamur janggel lombok ijo, jamur janggel krispi, atau botok jamur janggel, adalah pilihan menu masakan yang dapat mengundang selera makan penggemar jamur.

“Dari praktik jamur janggel ini, semoga bisa menjadi pendorong bagi petani yang lain untuk memanfaatkan limbah pertanian ini dan menjadikan sebuah sumber tambahan penghasilan keluarga. Daripada janggel dibuang sia-sia atau dibakar untuk masak para ibu-ibu di desa, kan lebih baik dimanfaatkan untuk membuat jamu,” kata Suryadi, DPD LPM Bojonegoro, Rabu, (19/08/2020).

(syd)