oleh

Wabup Ingatkan Pentingnya Management Pengelolaan Sumber Daya Air

BOJONEGORO. Netpitu.com – wakil bupati Bojonegoro Setyo Hartono, memberikan pemahaman tentang implementasi Perbup No. 18 Tahun 2012 tentang Pemberdayaan Petani Pemakai Air,  kepada kelomok tani yang tergabung HIPPA se Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Rabu (20/9).

“Kegiatan ini untuk mengedukasi para petani bagaimana menggunakan air untuk keperluan pertanian,” ujar Setyo Hartono, di Kedungadem.

Menurut Setyo Hartono, Kedungadem merupakan salah satu daerah sentra produksi tanaman tembakau dan dari dulu dikenal sebagai pengahasil daun tembakau dengan kualitas baik. Sehingga petani di Kedungadem harus memahami betul tentang pemberdayaan dan penggunaan untuk bertani. Agar dapat melakukan mengefesiensi guna peningkatakan produksi pertanian, sekaligus berkualitas baik.

“ Disini petani banyak yang melakukan kemitraan tembakau dengan pabrikan rokok,” tambah Setyo Harotono.

Dengan adanya kemitraan petani tembakau, lanjut Wabup, berdampak dengan meningkatnya harga jual tembakau dari petani. Tentu saja membawa berkah bagi petani, dimana rejeki dan ekonominya meningkat. Tapi hal tersebut juga harus dibarengi dengan amal yang juga harus ditingkatkan agar bisa menjadi berkah.

Kondisi ini tak lepas dari keberadaan waduk Panjang seluas 4.5 Ha denga kapasitas tampung air 40 ribu meter kubik.

Menurut Kepala Desa Pajang, Abdul Muhammad Sidik, waduk Panjang mampu memenuhi kebutuhan air 4 Desa, diantaranya Desa Panjang, Desa Tumbrasanom,dan Desa Tondomulo.

Untuk tetap menjaga keberadaan air waduk dilakukan pergiliran tanaman agar debit air bisa terjaga. Pada musim tanam pertama dan kedua petani menanam padi, sedangkan musim tanam yang ketiga (kemarau) petani menanam tembakau. Hal ini dilakukan agar bisa mengontrol pemakaian air di waduk Panjang.

Pemanfaatan dan fungsi waduk Panjang kini agak terganggu dengan terjadinya kerusakan pada tanggul waduk yang perlu segera diperbaiki. Karena jika tidak maka akan menjadi kendala saat pengisian air waduk.

(Dan)