oleh

Ada Pulau Sampah Di Bengawan Solo, Bupati Jangan Diam

BOJONEGORO. Netpitu.com – Kondisi sampah yang menumpuk di sungai bengawan solo karena tertahan pintu air bendung gerak Desa Ringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, kian miris. Bahkan tumpukan sampah tersebut telah menutup sebagian permukaan air sungai bengawan dengan jumlah puluhan ton.

Sampah yang terbawa aliran sungai bengawan solo tersebut berasal dari hulu sungai. Kebanyakan sampah yang terbawa aliran sungai itu berupa sampah rumah tangga dan ranting-ranting kayu.

Hampir setiap tahun kiriman sampah ini selalu datang dan seakan sudah menjadi langganan saat musim hujan.

Baca Juga :  Perhutani Monitoring KUPS di KPH Parengan

Saking banyaknya, sampah-sampah ini mengendap dan mengganggu pemandangan permukaan air sungai yang seharusnya bersih tanpa tampah. Akibat tumpukan sampah tersebut, tumbuhan enceng gondok pun tumbuh subur di atas tumpukan sampah.

Meski keberadaan sampah di bendung gerak bengawan solo tersebut sudah tampak mengganggu dan mengancam tersumbatnya pintu air. Namun hingga kini belum ada penanganan taktis dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Dinas pengairang Provinsi Jawa timur, ataupun Pemkab Bojonegoro sendiri.

Baca Juga :  Bikin Film " Sumpah Pemuda " SMP Negeri I Kapas Raih Juara 1

Menurut ketua Forum Komujikasi Pembangunan Bojonegoto ( FKMB), Gendut Suharso, persoalan sa,pah di sungai bengawan solo merupakan persoalan bersama, lintas sektoral organisasi pemerintah. Dan bukan hanya menjadi tanggung jawab BBWS Bengawan Solo.

Lantaran dampak yang ditimbulkan tidak sekedar sendimentasi, mampetnya pintu air, maupun bau busuk sampah. Tetapi lebih dari itu. Yakni potensi timbulnya berbagai macam penyakit dan penyempitan sungai.

” Ujung-ujungnya mengundang memicu luapan air bengawan solo saat musim penghujan ke wilayah daratan persawahan dan perkampungan warga,” ujar Gendut Suharso, kepada netpitu.com, Selasa, (22/1/2019).

Baca Juga :  Forum PAC PPP Evaluasi Muscab DPC PPP Bojonegoro

Dikatakan Gendut, Bupati Bojonegoro seharusnya juga turut memikirkan solusi pengangkatan sampah-sampah ini. Meski secara birokrasi sampah tersebut menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, lantaran berada dalam wilayah sungai Bengawan Solo.

Namun, dampak sampah tersebut jika dibiarkan terlalu lama akan menimbulkan masalah baru yang kemudian merugikan masyarakat Bojonegoro.

(dan)