oleh

Pujiono : Santri Harus Mampu Kuasai Medan Jagad Internet

BOJONEGORO. Netpitu.com – Memperingati hari santri nasional, 22 Oktober 2018 ini, Madrasah Diniyah Miftahul Huda, Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras, menggelar pelatihan entrepreneur berbasis teknologi komputer.

Pelatihan yang digelar Madin Karakter, percontohan nasional pada Minggu, (21/10) tersebut dipandu oleh Amrozi, SH, alumni IPNU dan PMII Bojonegoro.

Menurut Amrozi, melesatnya revolusi industri di era global ini harus segera disikapi oleh masyarakat dengan bijak, cepat dan tepat. Tak terkecuali para santri yang merupakan dari bagian masyarakat Indonesia yang kini tengah giat-giatnya melakukan pembangunan.

Revolusi industri 4.0 nampaknya bukan lagi isapan jempol belaka. Berbagai produk teknologi telah menandai dimulainya revolusi industri 4.0. Keniscayaan ini tak dapat dihindari lagi apalagi ditolak oleh para santri, baik yang masih mondok di pesantren ataupun yang sudah turun gunung ke masyarakat.

Menghadapi era ini sejumlah santri di Kecamatan Kepohbaru yang tergabung di komunitas Santri Entrepreneur mengadakan pelatihan digital marketing.

Baca Juga :  Kebutuhan Sembako Rumdin Bupati Rp. 13.5 Juta, Gas LPG Rp. 3.1 Juta dan Minuman Rp. 7 Juta, Lauk Pauk Rp. 54.9 juta

Dikatakan pelatihan digital marketing ini menjadi agenda atau kegiatan awal komunitas santri untuk mengenalkan IT di dunia pemasaran global melalui internet.

“Pelatihan kali ini kami menggandeng makrifatbussines.co.id, karena hasil pelatihan dapat langsung diterapkan untuk pemasaran produk, ” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam pelatihan peserta dilatih langsung untuk memposting produk hasil UMKM yang ada di seluruh Indonesia di toko online seperti bukalapak, shopee dan lazada.

“Ini agenda pertama, dan secara rutin nanti akan disambung dengan berbagai jenis pelatihan lainnya, ” ujar sekretaris Majelis Alumni IPNU, yang sekarang tengah mengikuti kontestasi Pemilihan Legeslatif 2019, dari PKB untuk pencalonannya di Dapil lll, Kecamatan, Kepohbaru, Baureno, Kedungadem dan Sugihwaras.

Amrozi menambahkan, pelatihan digital marketing yang digagas komunitas Santri Entrepreneur ini akan dikembangkan diseluruh Kabupaten Bojonegoro, khususnya para santri Madrasah Diniyah dan pondok pesantren.

Baca Juga :  PAC PPP Bubulan Akui Ada Bukti LPJ

Dengan dikuasainya pengetahuan IT oleh santri dengan pelatihan yang dilakukannya. Setidaknya secara tidak langsung akan memberdayakan sumber daya santri yang ada di Bojonegoro.

“Paling tidak bisa menciptakan peluang kerja baru dan mengurangi angka pengangguran di masyarakat. Terutama kalangan muda,” papar Amrozi lebih lanjut, Minggu (21/10).

Santri Harus Melek IT.

Terpisah Kepala Madrasah Diniyah Miftahul Huda, Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras, Pujiono, S.Pd, mengatakan santri di era sekarang ini harus melek IT.

Santri juga harus mengikuti pesatnya perkembangan teknologi, jika tidak akan terjadi ketidakseimbangan informasi di dunia maya ( internet ).

“Dakwah sekarang bisa dilakukan dimana saja, tak terkevuali di dunia maya. Nah ilmu teknologi komputer terutama dunia internet menjadi penting untuk dikuasai oleh santri,” ujar Pujoono.

Baca Juga :  Pengurus DPD NasDem Bojonegoro Sayangkan Kinerja Satpol PP

Hal ini dimaksudkan agar santri tidak kecolongan atas informasi yang ada di dunia maya. Karena diakui atau tidak, internet juga dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menyebar dakwah yang sifatnya menyesatkan.

Jika medan internet ini tidak dikuasai oleh santri maka yang rugi adalah masyarakat pengguna internet lantaran mereka tidak memperoleh informasi yang yang berimbang dalam hal pengetahuan keagamaan Islam.

“Tugas santri meluruskan informasi yang salah dan menyesatkan tersebut, agar penggunan internet tidak memakan mentah-mentah dakwah yang disampaikan melalui dujia maya,” tandas Pujiono, yang juga guru SDN Genjor itu.

Selain itu dengan memberikan pelatihan entrepreneur kepada santri diharapkan bisa menarik minat santri untuk menekuni dunia bisnis online yang akhir-akhir ini perkembangannya terus melejit dan mampu mengalahkan perdafangan manual face to face.

(ro)