Warga Keluhkan Tambang Pasir Mekanik di Pilangsari

- Team

Kamis, 22 November 2018 - 22:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Warga Dukuh Jambe, Desa Pilangsari, Kecamatan Kalutidu, berbondong- bondong mengadu dan mengeluhkan adanya penambangan pasir ilegal di tengah Bengawan antara Desa Pilangsari dan Desa Kanten, Kecamatan Trucuk, di Balai Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, (22/11), Bojonegoro.

Menurut Tamsir, keberadaan tambang pasir yang menggunakan mesin mekanik itu sungguh meresahkan warga. Karena mengancam keberadaan sawah atau tegalan di bantaran Bengawan Solo.

“Warga mulai merasakan dampak dari tambang pasir tersebut dikarenakan sawah dan tegalan kami mulai tergerus arus air bengawan hingga ambles. Bahkan ada pula yang sudah mulai longsor,” terang Tamsir, kepada netpitu.com, Kamis, (22/11).

Warga, lanjut Tamsir, berharap pada Pemerintah Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu ,melalui pihak Muspika Kecamatan Kalitidu dan pihak yang berwenang agar supaya menindak pelaku tambang pasir yang menggunakan mesin mekanik dan ditutup semua aktifitas tambang pasir tersebut.

“Karena sudah merugikan bagi masyarakat kecil seperti kami ini,” tambah Tamsir disela mediaasi dikantor Balai Desa Pilangsari.

Baca Juga :  Cegah Longsor dan Kerusakan Lingkungan DPW dan DPD NasDem Tanam Ribuan Pohon di Waduk Pacal

Sementara itu Camat Kalitidu Muclisin menghimbau kepada masyarakat apabila menemukan adanyan aktifitas tambang di Bengawan Solo yang masuk perbatasan Pilangsari dan Kanten agar memotret atau memvidieokan aktifitas tambang da segera melaporkan ke pihak yang berwajib agar supaya segera ditindak lanjuti.

Sesuai data yang dimiliki pihak Desa Pilangsari memang benar saat ini tanah warga Pilangsari sudah ada yang longsor dan ambles kurang lebih 1 hektar tanah milik warga Pilangsari.

Disisi lain Kepala Desa Pilangsari Sunarto mengatakan sudah tiga kali ini pihaknya melakukan mediasi semacam ini sejak tahun 2016 ,2017, dan 2018

Baca Juga :  Penggugat Kerjasama PI Blok Cepu Tak Kaget Saat Gugatan Diputus Tidak Bisa Diterima

Diakui Kades, pihaknya menemui kendala terkait dengan adanyaya aktifitas tambang pasir tersebut yang berada di tiga Kecamatan yakni Malo ,Trucuk dan Kalitidu.

“Tentunya kami harus duduk bersama memecahkan masalah ini agar bisa ditemukan jalan keluar atau solusinya. Dikarenakan lokasi tambang di perbatasan Desa lain.

Hingga pwrtemuan warga berakhir Pemerintah Desa tidak bisa memberikan keputusan permasalahan warga Desa.

(dan)

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa