oleh

Khoirul Anam Dianggap Gagal Pimpin PPP Bojonegoro, Forum Ulama NU dan PAC usulkan Sunaryo Abuma’in jadi ketua DPC PPP ke DPW dan DPP PPP

BOJONEGORO. Netpitu.com – Forum Ulama Nadhlatul Ulama ( NU ) dan Pondok Pesantren Kabupaten Bojonegoro, beramai-ramai berikan dukungan kepada Sunaryo Abuma’in yang akrab dipanggil Mbah Naryo, untuk menjadi ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Bojonegoro, masa Bhakti 2021 – 2026.

Dukungan kepada Sunaryo Abuma’in tersebut diberikan secara tertulis dan ditandatangani para ulama dan pengasuh pondok pesantren Kabupaten Bojonegoro. Ikrar dukungan tertulis tersebut juga ditempel meterai sebagai tanda kesungguhan pernyataan para ulama dan pengasuh pondok pesantren di Bojonegoro.

Surat dukungan secara tertulis juga dikirimkan oleh Forum Ulama NU, Pondok Pesantren Bojonegoro yang diketuai KH. Ustad Mangku Alam ( Gus Sentot ) kepada ketua DPP PPP dan DPW PPP Provinsi Jawa timur. Surat dukungan yang ditandatangani KH. Ustad Mangku Alam, ( Cucu Syekh KH. Ihsan, Jampes – Kediri Pengarang Kitab Sirojut Tholibin. Red ), sebagai ketua Forum Ulama NU dan Pondok Pesantren, dan juga diketahui Mustasyar PCNU Bojonegoro, KH. Ma’ruf.

Baca Juga :  Kejar Herd Imunity Perwakilan BINDA Jatim di Bojonegoro Terus Lakukan Vaksinasi Pada Anak Usia 6 - 11 Tahun

Dalam surat dukungan para Ulama dan Pondok Pesantren Kab. Bojonegoro itu mengusulkan kepada ketua DPW dan DPP PPP agar DPC Partai Persatuan Pembangunan Kab. Bojonegoro diketuai oleh Sunaryo Abuma’in, yang sebelumnya menjabat wakil ketua Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan, DPW Jawa timur.

Mereka menilai, sosok Sunaryo Abuma’in sebagai politikus dianggap memiliki kemampuan yang mumpuni dalam mengembalikan kejayaan partai yang berbasis Ulama, santri dan Pondok Pesantren tersebut. Mbah Naryo, juga sudah dikenal kiprahnya sebagai politikus yang membesarkan PPP di Bojonegoro sejak tahun 1977.

Sedangkan Khoirul Anam, yang sebelumnya menjabat sebagai ketua DPC PPP ( periode 2016 – 2021 ), dianggap telah gagal menjaga dan mempertahankan kejayaan PPP di Bojonegoro. Terbukti dengan hilangnya 1 kursi perwakilan PPP di DPRD Bojonegoro. Tak hanya itu, Khoirul Anam dinilai tidak memiliki kedekatan dengan Ulama NU dan Pondok Pesantren di Bojonegoro yang selama ini menjadi basis massa PPP di Bojonegoro.

Baca Juga :  Guru Bikin Buku Puisi Untuk Naik Pangkat

Untuk merebut kembali kejayaan dan mengembalikan kursi perwakilan PPP di DPRD, ulama Pondok Pesantren NU tersebut sepakat mengusulkan Sunaryo Abuma’in sebagai nahkoda baru untuk memimpin DPC PPP Bojonegoro, periode 2021 – 2026.

Diberitakan sebelumnya, Forum PAC PPP Kab. Bojonegoro telah memberikan dukungan tertulis dan bermeterai kepada Sunaryo Abuma’in untuk menjadi ketua DPC PPP Bojonegoro.

Forum PAC PPP dengan tegas menyatakan keinginannya untuk dilakukan pembaharuan atau pergantian nahkoda kepemimpinan partai berlambang Ka’bah tersebut di Kab. Bojonegoro. Lantaran kegagalan Khoirul Anam sebagai ketua DPC PPP Bojonegoro sebelumnya yang telah dianggap gagal mempertahankan jumlah perolehan kursi perwakilan PPP di DPRD, yang sebelumnya 5 kursi, dalam era kepemimpinan Khoirul Anam berkurang 1 kursi, menjadi 4 kursi. Padahal sesuai pernyataan Khoirul Anam, dihadapan Pengurus harian DPC PPP, PAC PPP se Kab. Bojonegoro pada 2016 lalu, jika dirinya ( Khoirul Anam ) terpilih jadi ketua DPC PPP akan menambah perolehan kursi perwakilan PPP di DPRD. Apabila gagal menambah maka dirinya bersedia mundur dari jabatan ketua DPC PPP Bojonegoro.

Baca Juga :  Wujudkan Adiwiyata Nasional, Siswa SMP Negeri 2 Bojonegoro Panen Kebun Hidroponik

Selain itu juga tidak adanya transparansi penggunaan anggaran partai selama kurun waktu 2016 – 2021.

( ro )

Komentar

3 komentar

Komentar ditutup.