oleh

Miris, Warga Yang Sedang Sakit Ini Harus Dipikul Tandu Untuk Ke Rumah Sakit

BOJONEGORO. Netpitu.com – Beredar vidieo pendek di media sosial, dimana nampak beberapa warga sedang memikul salah satu warga yang sedang sakit dengan tan kain sarung yang dimasuki sebuah pikulan untuk dibawa berobat ke rumah sakit dengan medan jalan yang masih berupa tanah liat becek dan licin.

Terlihat dari video, jalan licin dan becek, dan sempit. Jika dilihat dari lebar jalan yang dilalui, lebih mirip jalan setapak, yang hanya cukup dilalui kebdaraan roda dua ( motor,red ). Dan kondisi jalan tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda empat ( mobil ).

Dari gambar di video nampak sesorang wanita yang mengejar orang yang ditandu dan mengkawatirkan kondisi kesehatannya. Karena buruknya jalan wanita itupun sempat kuatir jika usaga membawa pasien tang sakit tidak sampsi tujuan ( meninggal di jalan, maksudnya, red ).

Dari percakapan di vidieo seseorang menerangkan lokasinya berada di Dusun Bunten Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Dalam percakapanya seseoarang yang diduga merekam vidieo tersebut mengeluhkan kondosi buruknya jalan Dusun yang tak pernah tersentuh pembangunan.

“Nasib-nasib dalane elek ngene bupatinya nek endi tow ( nasib-nasib jalan jelek begini, bupatinya dimana, red)” keluh warga yang hanya terdengar rekaman suaranya.

Tatkala video tersebut dikonfirmasikan kepads Kepala Desa Tondomulo, Yanto, Kades T9ndomulo itu membenarkan situasi yang terjadi pada video tersebut. Dusun Buntel, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, merupakan wilayah Dusun terkuar Kabupaten Bojonegoro.

“Iya mas benar sekali itu warga saya namanya bu Aminah mas, warga Dusun Bunten, Desa Tondomulo, itu dipikul mau dibawa berobat ke rumah sakit di karenakan sakit kejang,” ujar Kades Tindomulo.

Kenapa harus dipikul?, dijelaskan Yanto, karena medan jalan sangat sulit sekali dan berlumpur karena masih berupa tanah liat. Apalagi ini musim penghujan, tambah sulit sekali, hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Tidak bisa menggunkan kendaraan roda dua, apalagi kendaraan roda empat malah tidak bisa sama sekali.

Lebih lanjut diterangkan Kades Tondomulo, bahwa Dusun Bunten itu jaraknya 7 Km dari Kantor Balaidesa Tondomulo. Dengan jumlah penduduk yang menghuni Dusun bunten sekitar 91 Kepala Keluarga (KK) dan 78 rumah.

“Setiap musim penghujan kalau ada warga sakit ya dipikul seperti itu mas,” jalas Yanto, Kepala Desa Tondomulo, kepada netpitu.com.¬†

(dan)