oleh

Pj. Bupati Bojonegoro Diangkat Jadi Komisaris Utama PT. BPR Jatim

BOJONEGORO. Netpitu.com – PT BPR Jawa timur, Bank UMKM, Rabu, (21/3), menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2017 di Hotel Bumi Surabaya.

Salah satu agenda rapat besar ini adalah membahas tentang pergantian susunan pengurus baru.

Setelah melalui beberapa mekanisme RUPS pada umumnya akhirnya terpilih DR. H. Suprianto, SH, MH sebagai Komisarius Utama Bank UMKM Jawa Timur menggantikan DR. H. Rasiyo, Msi. Pj Bupati Bojonegoro duduk sebagai Komisaris Utama , sedangkan Karsali SH sebagai Komisaris,

Posisi Direktur Utama dipercayakan kepada Drs. Yudi Wahyu Maharani, AK, MM, Direktur Umum Farid Nur Syamsi, SE. Direktur Pemasaran Bambang Rushadi, SE,MM dan Direktur Kepatuhan Sugeng Hariyanto. Untuk posisi komisaris independent dijabat oleh Santoso Budi Raharjo, SE dan Tri Dharma, SE, MM.

Baca Juga :  Polres Bojonegoro Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2021

PT. BPR JATIM adalah BUMD yang bergerak di bidang perbankan untuk segmen Skala Mikro, Kecil dan Menengah, didirikan berdasarkan Perda Propinsi Jatim Nomor 10 Tahun 2000 dan ditindaklanjuti dengan Akta Pendirian Nomor 72 tanggal 21 Desember 2000 dan Nomor 14 tanggal 21 Agustus 2001 oleh Notaris Kosidi Wirjohardjo, SH yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan HAM RI Nomor C.15080.HT.01.01.TH.2001 tanggal 5 Desember 2001.

Kini Bank UMKM Jawa Timur ini memiliki satu kantor pusat, 31 kantor cabang, 112 kantor kas, 5 kantor Payment point, 32 mobil kas keliling dan 35 Automatic Teller Machine (ATM).

Baca Juga :  PT. ADS Serahkan Bansos Sembako Pada Pasien Isoman di 28 Kecamatan Kab. Bojonegoro

Sementara itu dalam laporan keuangan Desember 2017 dari hasil audit bahwa perhitungan laba sebelum pajak mencapai 47.455 milyar rupiah meningkat 28,50 persen dibandingkan dengan tahun 2016 lalu dengan perhitungan yang sama yakni laba sebelum pajak.

Sedangkan keuangan Bank UMKM Jatim ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan menerapkan tata kelola perusahaan Good Corporate Governance (GCG), penerapan menejemen resiko serta mengimplementasikan budaya kerja perusahaan. Sampai akhir tahun 2017 Capital Adequacy Ratio atau rasio kecukupan modal Bank UMKM mencapai 32,65 persen.

Baca Juga :  Tangani Laporan Wabup Soal Pencemaran Nama Baik, Besuk Polisi Periksa 2 Wartawan Sebagai Saksi

Sementara untuk Return On Assets atau rasio yang mengukur kemampuan perbankan dalam menghasilkan laba/profet atau dikenal dengan profitabilitas mencapai 2,41 persen. Untuk Belanja Operasional terhadap Pendapatan Operasional mencapai 84,88 Persen. Loan to Deposit Ratio atau likuiditas mencapai 80,87 persen.

Selama ini ersoalan permodalan masih menjadi salah satu masalah klasik yang dihadapi baik perorangan maupun kelompok yang bergerak dalam berbagai sektor.

Melihat hal ini Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerakan di Perbankan  PT BPR Jatim, Bank UMKM Jawa Timur hadir untuk membantu masalah klasik tersebut.

(dan)