Di Desa Kelahirannya Anna Mu’awanah Dikenal Dengan Panggilan “Bu Muk”

- Team

Selasa, 23 Maret 2021 - 10:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Desa Lajulor, Kecamaran Singgahan, Kabupaten Tuban.

Kantor Desa Lajulor, Kecamaran Singgahan, Kabupaten Tuban.

TUBAN. Netpitu.com – Heboh soal dilaporkannya Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah ke Polres Bojonegoro, lantaran adanya dugaan ketidaksesuaian nama pada dokumen ijazah SD, MTs, MA, milik Bupati Bojonegoro dengan Akte Kelahirannya, mendorong wartawan netpitu.com, Hari Cahyono, Senin, (22/3/2021), melakukan penelusuran dan mecari tahu siapa sebenarnya nama asli bupati Bojonegoro di desa kelahirannya, Desa Lajulor, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa timur.

Situasi Kantor Desa Laju Lor tidak begitu rame saat netpitu.com mendatangi kantor Pemerintahan Desa Lajulor. Beberapa karyawan dan perangkat desa nampak siap memberikan pelayanan di belakang mejanya masing-masing.

Namun sayang, ketika netpitu.com hendak menemui Kepala Desa Lajulor, yang bersangkutan tengah tidak berada di kantor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak Kades ke Kantor Kecamatan,” jawab salah satu petugas di Kantor Desa Lajulor.

Baca Juga :  Porkab V Tuban Diikuti 3.602 Atlet

Gagal menemui Kades Lajulor, lantas netpitu.com menanyakan soal asal-usul data kependudukan Anna Mu’awanah kepada Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa Lajulor, Djunaedi.

Kepala Urusan Pemerintahan Desa Lajulor, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

Setelah membuka data kependudukan melalui komputernya, ternyata Kaur Pemerintahan Desa Lajulor itu tidak menemukan data warga Desa Lajulor dengan nama Anna Mu’awanah, seperti yang ditanyakan netpitu.com. Demikian pula nama “Muk’awanah”.

Kata Djunaedi, hal itu dimungkinkan karena penduduk warga desa tersebut sudah pindah tempat. Sehingga data kependudukannya otomatis akan terhapus sebagai penduduk Desa Lajulor.

Saat ditanya netpitu.com soal nama panggilan bupati Bojonegoro di Desa Lajulor, Djunaedi menjawab singkat, “ Anna “.

Namun saat ditanya soal nama aslinya, Kaur Pemerintahan itu mengatakan tidak begitu paham. Karena saat mulai masuk ( menjadi petangkat Desa Lajulor, red), data kependudukan bupati Bojonegoro sudah tidak ada.

Baca Juga :  Kejar Hard Immunity DPC Gerindra Bojonegoro Gelar Vaksinasi Massal

“Mulai kulo (saya, red) masuk pun mboten ( tidak, red ) pegang data bupati Bojonegoro. Kulo mboten nate ( saya tidak pernah, red) mbukak nggih sampun mboten wonten ( buka ya sudah tidak ada, red ),” ucap Djunaedi, kepada netpitu.com, Senin, (22/3/2021), di kantor Desa Lajulor.

Dijelaskan Djunaedi, dirinya mulai menjabat Kaur Pemerintahan Desa Lajulor pada tahun 2011. Namun untuk aplikasi data kependudukan yang ada di Desa mulai 2017 sistemnya sudah terkoneksi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tuban.

“Kalau namanya di sana ( Disdukcapil Tuban ) tidak ada maka data di sini ( kantor Desa ) juga tidak ada,” terang Djunaedi.

Saat ditanyakan apakah nama asli bupati Bojonegoro itu Muk’awanah, Djuanedi mengaku tidak tahu.

Baca Juga :  Inilah Kiat Hindari Penipuan di Bisnis Online

Mboten ngertos ( tidak tahu, red ). Pihak keluarga yang lebih tahu,” jawab Kaur Pemerintahan Desa Lajulor, Djunaedi.

Selain Kaur Pemerintahan Desa Lajulor, untuk mencari tahu siapa nama asli bupati Bojonegoro, wartawan netpitu.com juga berusaha menanyakan pada salah satu warga Desa Lajulor bernama Sumirah (44 tahun). Dalam kesehariannya Sumirah berdagang mie ayam di pasar desa Lajulor.

Sumirah (44), warga Desa Lajulor, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.

Menurut Sumirah, ia mengenal bupati Bojonegoro dengan panggilan “bu Muk”.

Terkenale dateng mriki “bu Muk” mboten bu Anna, ( Terkenalnya di sini dipanggil bu Muk, bukan bu Anna, red)” ujar Sumirah, kepada netpitu.com.

Saat ditanya siapa nama asli bupati Bojonegoro yang dulu dikenalnya sebagai warga Desa Lajulor, Sumirah pun menjawab singkat, ” Muk’awanah,”.

Dilaporkan oleh Hari Cahyono.
Editor : Edy Kuntjoro

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 12:32

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03