Pemkab Tidak Konsisten Musyawarah Harga Tanah Proyek Jembatan Kanor Gagal

- Team

Kamis, 23 April 2020 - 14:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Musyawarah kesepakatan ganti kerugian tanah ke 2, antara Pemkab Bojonegoro dan warga Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, yang rencananya bakal digelar, Rabu, (22/04/2020), di ruang sinergi, lantai 6, gedung Pemkab Bojonegoro, gagal dilaksanakan.

Lantaran ketidaktepatan waktu yang dijadwalkan Pemkab dalam undangan.

“Pemkab tidak konsisten sesuai jadwal undangan. Karena undangan yang dikirim ke warga tertera pukul 14.00 Wib. Namun setelah ditunggu hingga pukul 15.30 Wib. pertemuan belum dimulai. Jadi Pemkab kita anggap tidak konsisten, dan kami memutuskan pulang,’ ujar Adi Suroyo, Penasehat Hukum warga Desa Semambung, kepada netpitu.com, Kamis, (23/04/2020), di kantornya.

Selanjut pihak Penasehat hukum minta pihak Pemkab untuk menjadwal ulang pertemuan musyarawah dengan warga Desa Semambung terkait ganti kerugian tanah dan bangunan rumah yang akan digunakan untuk pembangunan proyek jembatan Kanor- Rengel.

Menurut Adi Suroyo, yang hadir dalam.undangan Pemkab Rabu kemarin ada 8 warga. Tiga warga diantaranya tidak ikut pulang dan memutuskan untuk menunggu pejabat Pemkab.

Baca Juga :  Jelang Natal dan Tahun Baru Stock Gas Elpiji 3 Kg Masih Mencukupi

Sedangkan warga yang pulang adalah warga dengan pendampingan penasehat hukum.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Semambung terdampak pembangunan jembatan Kanor – Rengel meminta pada Pemkab untuk megganti kerugian tanahnya yang terkena pembangunan jembatan Kanor dengan pembayaran uang.

Permintaan bentuk ganti kerugian itu sesuai dengan Undang-undang nomer 2 tahun 2012, tentang Pengadaan tanah untuk kepentingan umum,
Perpres no 148 tahun 2015 yang merupakan perubahan terakhir dari Perpres 71 tahun 2012
Tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

Baca Juga :  Musdes Ngampel Putuskan Pembangunan Pasar desa Tetap Lanjut

Dalam musyawarah kesepakatan bentuk ganti kerugian dalam pembebasan tanah untuk jembatan Kanor – Rengel, pada Senin, 17 April 2020 lalu, ke 23 warga terdampak pembangunan jembatan Kanor – Rengel sepakat untuk minta diganti dengan uang, dengan skema jual beli tanah.

(ro)

Berita Terkait

Bebani Masyarakat, Sarbumusi Bojonegoro Tolak Tapera
David FS : Entas Kemiskinan, Garpu Jatim Akan Launching 1.000 Warung UMKM
Sandiaga Uno Bicarakan Industri Kreatif di Bojonegoro
Wujudkan Kesejahteraan Rakyat Golkar Lounching Kios Baqoel Karya Berkah
Peringati Hari Koperasi Dekopinda Bojonegoro Salurkan Sembako dan Daging Kurban
Peran BumDes Dalam Peningkatan Perekonomian Rakyat
PT.Rekind Belum Selesaikan Pembayaran Pada Vendor Penyedia Makanan dan Minuman
Zakat Fitrah Tahun Ini Ditentukan Sebesar 3 Kg Beras

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 11:47

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru