Ibu Ini Terpaksa Melahirkan dan Rawat Bayi di Dalam Lapas

- Tim

Senin, 23 Juli 2018 - 21:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN. Netpitu.com–Meski masih dalam masa tahanan seorang ibu yang melahirkan dibalik jeruji kasih sayangnya terpaksa di rawat dan di asuh di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kabupaten Tuban.

Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut lahir pada 7 Juni 2018 saat itu ibunya masih menjalani hukuman atas kasus hukum yang menimpanya.

Kepala Seksi Binadik (Bimbingan Narapidana Anak Didik) dan Giyaja (Kegiatan Kerja) Lapas II Tuban, saat dikonfirmasi netpitu.com membenarkan memang ada seorang anak yang kelahirannya di dalam lapas Tuban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya ada warga binaan yang masuk akhir tahun lalu dalam kondisi sudah hamil sekitar empat bulan.

“Ibu adalah warga binaan kami masuk sudah dalam posisi mengandung 4 bulan, dan hingga kini masa hukumannya belum berakhir dan ia sudah melahirkan,” ujar Subiyanto Kasi Binadik (Bimbingan Narapidana Anak Didik) dan Giyaja (Kegiatan Kerja) (23/7/7/2018).

Saat ini lanjut Subianto, bayi tersebut masih dirawat sang ibu karena berbagai alasan, salah satunya karena masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu.

“Kami mengijinkan, karena tidak mungkin bayi itu dipisahkan dari ibunya,” tambahnya.

Adapun ibu dan bayi ini diberikan fasilitas khusus didalam lapas. Meski sebenarnya tidak layak bagi kesehatan sang bayi.

“Ibu dan bayinya kami tempatkan yang tidak begitu banyak penghuninya,” terangnya.

Ditempat yang sama, sang ibu bayi berinisial MW (27) mengatakan, akan tetap merawat bayi itu sampai ia keluar, karena tidak ada yang merawatnya apabila ditinggal di rumah atau keluarganya. selain itu dia tidak tega melihat sang nenek yang sudah tua diminta merawatnya di rumah.

“Saya tidak tega sama ibu yang sudah tua karena usianya sudah lanjut,” pungkasnya.

Perlu diketahui, netpitu.com ketika di lapas Tuban ini tampak ibu bayi itu harus rela menjalani hukuman atas perbuatan yang ia perbuat, yakni pasal 363 dan 362.

 

(gio)

Berita Terkait

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa
Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh
Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh
Ribuan Warga Karangpacar Ikuti Giat Jalan Santai Kampung Moderasi Beragama
Apindo Bojonegoro Usulkan Kenaikan Upah Sebesar 4,82 Persen

Berita Terkait

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Desember 2023 - 08:11

Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Minggu, 26 November 2023 - 11:40

Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh

Minggu, 26 November 2023 - 10:37

Ribuan Warga Karangpacar Ikuti Giat Jalan Santai Kampung Moderasi Beragama

Jumat, 24 November 2023 - 20:48

Apindo Bojonegoro Usulkan Kenaikan Upah Sebesar 4,82 Persen

Sabtu, 18 November 2023 - 09:50

Shafa Afriza Qirani, Pesepatu Roda Berbakat Dari Bojonegoro

Berita Terbaru

BERITA

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Des 2023 - 16:43