Tingginya Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Dorong Kesepakatan Penerapan Hukuman Maksimal

- Team

Kamis, 23 Juli 2020 - 22:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO Netpitu.com – Dalam beberapa bulan terakhir ini di Bojonegoro terdapat 15 kasus kekerasan dengan korban anak di bawah umur dengan pencabulan dan pemerkosaan.

Diantara kasus yang menonjol adalah kasus pornografi dengan korban 25 perempuan dengan modus dijadikan model.

Mengungat anak-anak dan perempuan rentan menjadi korban kekerasan fisik maupun sexsual, Forpimda Bojonegoro membuat komitmen bersama untuk menekan jumlah kasus kekerasan terhadap anak yang terjafi di masyaeakat.

MoU dilakukan oleh Polres Bojonegoro, Pemkab, Kodim 0813, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri dan DPRD Kabupaten Bojonegoro di Taman Sat Reskrim Polres Bojonegoro, Kamis, (23/7/2020).

Hadir pada penandatanganan tersebut, Kapolres Bojonegoro, AKBP M. Budi Hendrawan, SIK, MH, Bupati Bojonegoro, Dr. Anna Muawanah, Kajari Bojonegoro, Sutikno, SH, MH, Ketua PN Bojonegoro, Unggul Tri Esthi Muljono,SH.MH, Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Imam Sholihin.

Baca Juga :  Program Cerdastani Lindungi Petani Dari Kerugian

Menurut Kapolres Bojonegoro, bentuk kekerasan terhadap anak dan perempuan bermacam-macam yakni kekerasan sexsual, fisik, ekonomi dan yang paling banyak dilaporkan je Polres Bojonegoro adalah kekerasan sexsual atau pencabulan.

Dalam kondisi yang memprihatinkan ini, Kapolres Bojonegoro, mengajak bersama-sama saling menjaga anak-anak. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat tahu bahwa kekerasan terhadap anak dan perempuan memiliki ancaman hukuman yang tinggi.

” Anak perlu dilindungi karena menurut psikologi anak belum cakap, apalagi sampai ada kekerasan sexsual terhadap anak sangat mengganggu dan menghancurkan masa depan anak itu sendiri,” ujar Kapolres, .AKBP M. Budi Hendrawan, SIK, MH.

Baca Juga :  Selamat !, Pemkab Tuban Berhasil Raih Opini WTP Ke 6 Kali Berturut-turut

Selain Kapolres, Bupati Bojonegoro, bagwa anak yang di didik, anak yang dibesarkan, bisa dihancurkan oleh bapaknya sendiri atau orang disekitar lingkungannya. Menurutnya, dalam penerapan Undang-undang perlindungan anak sebaiknya diberlakukan hukuman batas maksimal sehingga bisa menimbulkan efek jera pada pelaku.

(vie)

Berita Terkait

Komunitas IRL Jatim Bagikan Takjil di Bojonegoro
Ribuan Warga Karangpacar Ikuti Giat Jalan Santai Kampung Moderasi Beragama
Kadal Ireng Tour Healing Of Java
Peringati HJD ke 117 Tahun Desa Pacing Gelar Seni Tayub
Coldova Rock Band Goncang Lapangan Meliwis Putih
Kemeriahan Pesta Rakyat di RW 01 Kel. Ngrowo
Menjaga Kekompakan Brimob Olah Raga Bareng Kodim
Polres Bojonegoro Gelar Ngopi Bareng Dengan Media
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 18 Juli 2024 - 18:57

Polres Tuban Bakal Panggil Anna Mu’awanah Terkait Dugaan Laporan Palsu Ke Polisi

Kamis, 13 Juni 2024 - 02:53

Job Fair SMKN 1 Bojonegoro Sukses Jaring 1.217 Orang Pelamar Kerja

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:03

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Senin, 10 Juni 2024 - 13:16

Diikuti 44 Didu dan PT, SMKN 1 Bojonegoro Mulai 11 – 13 Juni Gelar Job Fair Untuk Umum

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:09

Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:00

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 9 Maret 2024 - 21:31

Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32