oleh

Dana Desa dan ADD Rp. 900 Juta Diduga Diselewengkan, Warga Lapor Kejaksaan

BOJONEGORO. Netpitu.com – Dugaan Korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa ( ADD) di Desa Trojolu Kecamatan Bourno, nampaknya telah membuat masyarakat Desa tersebut gerah.

Dengan membentuk forum yang diberi nama Masayarakat Peduli Desa Trojalu, mereka nekad melaporkan dugaan penyelewengan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang setiap tahunnya diterimakan oleh Pemerintah Pusat dan Pemkab kepada Pemerintahan Desa Trojalu tersebut ke Kejaksaan Negeri Bojonegoro.

Kordinator ” Masyarakat Peduli Desa Trojalu” Amirrudin atau Udin membenarkan melaporkan dugaan kasus korupsi untuk sejumlah proyek dari APBDes Desa Trojalu.

Modusnya menurut Udin,  proyek-proyek yang dikerjakan diduga fiktif.

”Dugaannya fiktif,” ujar Amirudin, warga Desa Trojalu, Baureno, sekaligus  pelapor saat  di Kantor Kejaksaan Bojonegoro, Rabu (24/1).

Menurut Amirudin, sejumlah proyek APBDes, yang diduga fiktif diantaranya pembangunan jalan RT 3 senilai Rp 16 juta lebih dari APBDes 2016. Kemudian, pelaksanaan pelatihan tanggap darurat bencana senilai Rp 11 juta. Perawatan jalan lingkungan senilai Rp 53 juta.

Selain itu kegiatan pembinaan dan peningkatan produktifitas kelompok tani senilai Rp 41 juta dan juga da beberapa proyek lainnya yang jika ditotal mencapai Rp 900 juta.

”Kami menuntut agar diperoses secara hukum atas tindakan Kades Trojalu,” ujar Udin, ketika di kantor Kejaksaan Bojonegoro, Rabu (24/1).

 

Diterangkankan, sebenarnya warga telah melakukan komplain ke Kepala Desa Trojalu dan sudah dibahas di tingkat Desa. Namun, tidak ada perbaikan.

”Ya, akhirnya kita laporkan ke Kejaksaan,” tandasnya.

Sementara itu Kasi intel Kejaksaan Negeri Bojonegoro Agung Budi Susetio ,SH ,MH dikonfirmasi terpisah mengatakan akan mempelajari dulu laporan warga tersebut.

“Saat ini berkas sudah diterima pihak kejaksaan, kami akan pelajari dugaan kasus yang dilaporkan warga,” ungkapnya.

(dan)