Mbah Saenah Warga Miskin Yang Tak Pernah Tersentuh Bantuan Sosial Pemerintah

- Tim

Selasa, 24 Januari 2023 - 11:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu. com – Sendiri sebatang kara, seorang nenek berusia 80 yang biasa dipanggil mbah Saenah ini tinggal di Desa Ngrowo, Kelurahan Ngrowo, Rt 20 Rw 02 Kecamatan kota Bojonegoro.

Diusia renta mbah Saenah yang hidup sendiri di rumahnya tidak memiliki mata pencahrian. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya mbah Saenah bergantung pada bantuan tetangga ataupun kepedulian orang lain.

Kendati dikenal sebagai warga fakir miskin namun mbah Saenah tidak pernah mendapatkan bantuan dari program bantuan sosial pemerintah. Baiki Bansos dari pemerintah pusat, pemerintah daerah bahkan Bansos dari pemerintah desa pun tidak pernah dapat bagian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat netpitu.com berkunjung ke rumah mbah Saenah, terlihat kondisinya sangat memprihatinkan. Kepada netpitu.com mbah Saenah mengatakan selama ini dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Padahal pihak RT sudah berkali-kali berusaha mendaftar mbah Saenah sebagai warga yang layak menerima bantuan. Tetapi tidak disetujui dengan alasan karena tidak ada ahli warisnya.

Dan selama ini menurut mbah Saenah dirinya hanya mendapat bantuan dari Pak Fauzi Polres Bojonegoro dan dari Pak Agus anggota Brimob. Untuk makan sehari-hari kalau ada uang ya beli kalau tidak ada ya mengandalkan pemberian dari tetangga.

Lebih lanjut ungkap Mbah Saenah, dulu rumahnya hampir roboh, atau bisa juga dikatakan sudah roboh separo. Tapi tidak juga mendapatkan perbaikan bantuan dari Desa atau pemerintah.

“Dan saat itu ada salah satu petugas Puskesmas Kota yang datang kesini memeriksa kesehatan saya, mengetahui keadaan rumah seperti itu akhirnya pihak pegawai puskesmas kota bergotong royong membangun rumah saya,” ucap mbah Saenah.

Memang ironis, jika Bojonegoto selalu disebut-sebut Kabupaten kaya hasil minyak itu nyatanya rakyatnya masih menderita karena kemiskinan. Lebih disayangkan lagi, pemerintah hanya bisa melihat tanpa berbuat apa-apa.

(put)

Berita Terkait

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa
Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh
Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh
Ribuan Warga Karangpacar Ikuti Giat Jalan Santai Kampung Moderasi Beragama
Apindo Bojonegoro Usulkan Kenaikan Upah Sebesar 4,82 Persen

Berita Terkait

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Desember 2023 - 08:11

Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Minggu, 26 November 2023 - 11:40

Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh

Minggu, 26 November 2023 - 10:37

Ribuan Warga Karangpacar Ikuti Giat Jalan Santai Kampung Moderasi Beragama

Jumat, 24 November 2023 - 20:48

Apindo Bojonegoro Usulkan Kenaikan Upah Sebesar 4,82 Persen

Sabtu, 18 November 2023 - 09:50

Shafa Afriza Qirani, Pesepatu Roda Berbakat Dari Bojonegoro

Berita Terbaru

BERITA

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Des 2023 - 16:43