oleh

Tawarkan Pekerjaan Proyek, Kades Kanten Diduga Juga Tipu pengusaha Surabaya Rp. 410 Juta

-BERITA-3.029 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Wah.., Kepala Desa Kanten, Kec. Trucuk, Kab. Bojonegoro, Syamsul Hadi, nampaknya bakal tidak hanya menghadapi tuntutan hukum di wilayah peradilan Bojonegoro. Lantaran tindak pidana penipuan berkedok pekerjaan proyek ini juga dilakukan terhadap korban lainnya dengan nilai uang yang ditipu mencapai Rp. 410 juta.

Sebelumnya, penyidik Polres Bojonegoro, telah menetapkan Kades Kanten, Kec. Trucuk, Kab. Bojonegoro, Drs. Syamsul Hadi, sebagai tersangka dugaan kasus penipuan dan penggelapan dengan modus pemberian pekerjaan proyek desa. Atas perbuatanya, kini mantan anggota DPRD Bojonegoro dari fraksi PKB tersebut menjadi tahanan Polres Bojonegoro, dan terancam Pasal 373 KUHP Jo Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Bernad Ade Yuwono, kuasa hukum Dimas Anycylostom Sholechudin, yang menjadi korban penipuan Syamsul Hadi, ini pernah dua kali melayangkan somasi kepada Syamsul Hadi terkait proyek yang diperjanjikan Kades Kanten itu terhadap kliennya.

Bernad yang dihubungi netpitu.com melalui telephon membenarkan adanya somasi yang dikirimkan kepada Kades Kanten, Syamsul Hadi, pada Desember 2021 lalu.

Isi somasi tersebut, kata Bernad, pada intinya meminta pertangungjawaban kepada Syamsul Hadi, atas permintaan keuangan kepada kliennya untuk pembayaran uang fee proyek yang ditawarkan terhadap kliennya yang bernama Dimas Anycylostom Sholechudin, tahun lalu.

Kepada Dimas, Syamsul Hadi, menawarkan sejumlah pekerjaan proyek yang didanai dari APBD Bojonegoro, melalui kegiatan belanja Bantuan Keuangan Desa Khusus, berupa pekerjaan jalan rigid beton, yang nilai proyeknya sekitar Rp. 2,9 milyar.

Baca Juga :  Program 1 Juta Vaksin Kemenag RI Sasar Ponpes Modern Al Fatimah

Waktu itu, Syamsul Hadi menawarkan dua pekerjaan proyek dengan nilai keseluruhan hampir mencapai Rp. 6 milyar.

Untuk mendapatkan proyek tersebut Syamsul Hadi meminta Dimas Anycylostom Sholechudin, terlebih dulu membayar fee proyek sebesar Rp. 410 juta.

Namun setelah ditunggu sampai dengan akhir tahun 2021 proyek belum kunjung diserahkan.

Dikatakan Bernad, pihaknya selaku kuasa hukum korban telah melakukan dua kali somasi, tapi belum ada penyelesaian. Selanjutnya, kata Benard, pihaknya akan kembali mengirimkan somasi ke tiga kalinya kepada Syamsul Hadi, dan Sucipto Adi. Karena dari keterangan Syamsul Hadi, uang yang ditransferkan ke rekening Sucipto Adi dengan jumlah ratusan juta tersebut tidak diserahkan kepada Syamsul Hadi.

Banyaknya rekening transfer keuangan itu, menurut Bernad, atas permintaan Syamsul Hadi sendiri.

Lebih lanjut dikatakan Bernad Ade Yuwono, jika dalam waktu dekat ini masih belum ada penyelesaian tanggung jawab keuangan tersebut, pihaknya selaku kuasa hukum korban akan melakukan pelaporan penipuan proyek tersebut ke Polda Jatim.

Inilah kutipan sebagian surat somasi yang dilayangkan kuasa hukum korban penipuan kepada Kades Kanten, Kec. Trucuk, Syamsul Hadi.

“Berdasar kekuatan Surat Kuasa Khusus tertanggal 29 Desember 2021 (Foto Copy terlampir), dengan ini menyampaikan Somasi atau Peringatan Keras kepada saudara sebagai berikut :

  1. Bahwa telah terjadi kesepakatan dan tandatangan terhadap Proyek Pembangunan Trotoar Desa Kanten sebagaimana dalam Dua Perjanjian Kerja (Kontrak) :
  2. 053/Kontrak/DESA/PD/VIII/2021 tanggal 16 Agustus 2021, senilai Rp.2.999.660.000,- (dua milyar sembilan ratus sembilan puluh sembilanjuta enam ratus enam puluh ribu rupiah) Jo.
  3. 054/Kontrak/DESA/PD/VIII/2021 tanggal 16 Agustus 2021 senilai Rp.2.999.660.000,- (dua milyar sembilan ratus sembilan puluh sembilanjuta enam ratus enam puluh ribu rupiah)
    antara PEMBERI KUASA dengan Saudara selaku Kepala Desa Kanten, mewakili Pemerintahan Desa Sekaten, Kec.Trucuk, Kab.Bojonegoro ;
  4. Bahwa sebelum ditandatangani sebagaimana Poin 1 diatas, Saudara secara lisan meminta Komisi didepan sebesar Rp.410.000.000 (empat ratus sepuluh juta rupiah). Dan komisi tersebut harus diberikan /diterima sebelum anda mencairkan DP terkait pelaksanaan Dua Perjanjian Kerja tersebut. Adapun DP terkait pelaksanaan Dua Perjanjian Kerja tersebut anda cairkan kepada Klien Kami dalam jangka waktu dua minggu setelah ditandatangani Dua Perjanjian Kerja tersebut atau dua minggu setelah terima komisi dari Klien Kami ;
  5. Bahwa sebelum dan setelah ditandatangani sebagaimana Poin 1 diatas, Klien Kami telah memberi komisi kepada Saudara dengan perincian sebagai berikut :
  6. 15 Agustus 2021, Pukul 15.58 : Transfer Ke Rek 8640289938 an.SUCIPTO ADI sebesar Rp.5.000.000,-
  7. 16 Agustus 2021, Pukul 22.20 : Transfer Ke Rek 8640220253 an.AGUS ISNANDAR sebesar Rp.50.000.000,-
  8. 16 Agustus 2021, Pukul 22.21 : Transfer Ke Rek 1780001467360 an.SYAMSUL HADI sebesar Rp.25.000.000,-
  9. 17 September 2021, Pukul 17.12 : Transfer Ke Rek 618201013865536 an.KHOIRUDIN sebesar Rp.10.000.000,-
  10. 17 Agustus 2021 Pukul 23.31 : Transfer Ke Rek 8640220253 an.AGUS ISNANDAR sebesar Rp.100.000.000,-
  11. 17 Agustus 2021 Pukul 23.35 : Transfer Ke Rek 1780001467360 an.SYAMSUL HADI sebesar Rp.25.000.000,-
  12. 17 Agustus 2021, Pukul 23.36 : Transfer Ke Rek 1780001467360 an.SYAMSUL HADI sebesar Rp.25.000.000,-
  13. 20 Agustus 2021 Pukul 08.42 : Transfer Ke Rek 8640289938 an.SUCIPTO ADI sebesar Rp.75.000.000,-
  14. 25 Agustus 2021, Pukul 00.45 : Transfer Ke Rek 8640289938 an.SUCIPTO ADI sebesar Rp.50.000.000,-
  15. 3 September 2021, Pukul 21.03 : Transfer Ke Rek 1780001467360 an.SYAMSUL HADI sebesar Rp.35.000.000,-
  16. 14 Oktober 2021, Pukul 23.08 : Transfer Ke Rek 61820101865536 an.KHOIRUDIN sebesar Rp.10.000.000,-
    Total semuanya sebesar Rp.410.000.000,- ;
  17. Bahwa setelah diterima komisi tersebut dari Klien Kami kepada saudara, hingga somasi ini dibuat, saudara tidak mencairkan DP sebagaimana yang saudara janjikan kepada Klien Kami secara lisan ;
  18. Bahwa diterima komisi tersebut dari Klien Kami kepada saudara, hingga somasi ini dibuat, Klien Kami kesulitan ber-komunikasi dengan anda, dan nomor handphone anda sudah tidak aktif lagi.
    Bahwa atas dasar-dasar tersebut diatas, dengan ini Kami selaku Kuasa Hukum dari Klien Kami, meminta kepada saudara untuk menyelesaikan tanggung jawab anda untuk mengembalikan uang klien kami /yang telah dikeluarkan berdasarkan Poin 2 dan Poin 3 diatas. Bilamana dalam batas waktu 3×24 jam sejak somasi ini diterima, saudara tidak menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab saudara, maka Kami akan menyelesaikan Upaya Jalur Hukum Pidana atas dasar dugaan tindak pidana umum dan khusus!!!.
Baca Juga :  Pedagang Ini Keluhkan Kebijakan Bupati Yang Tidak Pro Rakyat Cilik

(ro)