oleh

Belum Semua Desa di Kecamatan Zona Merah Patuhi Instruksi Bersama Forpimda

BOJONEGORO. Netpitu.com – Meski Forpimda Bojonegoro ( Bupati, Kapolres, Dandim, dan Kajari ), telah nenerbitkan instruksi bersama tentang mekanisme penjagaan wilayah zona merah virus corona. Namun belum semua Desa di wilayah Kecamatan zona merah Covid-19 melaksanakan instruksi tersebut. Bahkan ada kepala desa yang mengaku tidak tahu.

Intruksi nomor : 04 Tahun 2020, nomor : B/-/ IV/2020, nomor : B/427/IV/2020, nomor :B-222/M.5.16/Cp/04/2020, ditetbitkan pada 16 April 2020, untuk mengatur alur keluar masuk orang luar desa yang dianggap asing dan berpotensi menularkan infeksi virus corona, serta mencegah meluasnya penyebaran pandemi Covid-19.

Intruksi ditujukan kepada Kecamatan/ Desa/ Kelurahan yang sudah dinyatakan sebagai zona merah.

Namun sayang nampaknya belum semua Pemdes mengetahui keberadaan instruksi bersama tersebut.

Di Kecamaran Trucuk dari 12 Desa hanya 3 desa yang melakukan penjagaan pintu keluar masuk desa. Diantaranya Desa Tulungrejo, Sumberejo kentong, dan Guyangan.

Desa Trucuk yang menjadi pintu masuk menuju wilatah kecamatan Trucuk dari arah kota Bojonrgoto, menurut penuturan kepala Desa Trucuk, Sunoko, tidak melakukan kebijakan penutupan atau penjagaan jalan keluar masuk desa. Alasannya, jalan desa Trucuk merupakan akses jalur jalan yang menghubungkan ke desa-desa lainnya.

“Kami tidak melakukan itu (penjagaan jalan), kalau ditutup orang mau lewat mana karena jalur jalan desa Trucuk ini merupakan satu-satunya jalan ke desa lainnya,” terang Sunoko, kepada netpitu.com, di kantor Desa Trucuk, Kamis, (23/04/2020).

Sementara itu, di Desa Guyangan, dilakukan penutupan jalan desa dengan memasang portal penghalang. Pemasangan portal jalan ini dilakukan pada setiap jalan keluar masuk Desa Guyangan.

Sekretaris Desa Guyangan, Yeni Purwaningsih, saat ditemui netpitu.com di balai desa Guyangan, mengatakan bahwa penutupan akses jalan masuk desa sudah dilakukan sejak lama sebelum instruksi bersama Forpimda tersebut dikeluarkan.

“Begitu dengar di Kecamatan Trucuk ada yang positif corona, kami langsung buat portal penjagaan jalan,” jelas Yeni.

Penjagaan jalan desa di Desa Guyangan tidak hanya untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona melalui pendatang dari luar daerah. Tetapi juga untuk mencegah masuknya petugas penagihan cicilan angsuran, seperti bank titil, dan sejenisnya.

Lain lagi dengan alasan penutupan jalan masuk keluar desa Sumberejo Kentong, Kades Sumberejo Kentong, Soeherman, menegaskan penutupan akses jalan keluar masuk jalan ke desa Sumberejo kentong karena adanya warga desa Sumberejo kentong yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona.

Pengawasan ketat terhadap pendatang dari luar daerah, terutama zona merah. Setiap pendatang ke desa Sumberejo kentong harus diperiksa kesehatannya. Jika sehat maka pendatang tersebut bisa melakukan isolasi mandiri di rumah kerabat yang dituju.

Tapi jika pada kesehatan pendatang tersebut ditemukan gejala yang menyerupai gejala Covid-19, maka pendarang itu langsung dikarantina di rumah isolasi yang ada di balai desa.

“Kalau sudah menunjukkan perbaikan kesehatan pedatang yang diiosolasi diijinkan menjalani isolasi mandiri di rumah,” jelas

Terpisah, Kamis, (23/04/2020), Camat Trucuk, Heru Sugiyanto, saat hendak dikonfirmasi terkait belum dilaksanakannya instruksi bersama tersebut di desa wilayah Kecamatan Trucuk, ruang kantornya nampak kosong.

Setelah ditunggu cukup lama, baru ada informasi dari petugas kecamatan bahwa pak camat baru istirahat, tidur.

Sementara itu, menurut Kabag Humas Pemkab Bojonegoro, Masirin, seharusnya instruksi bersama Forpimda tersebut wajib dilaksanajan oleh pemerintah desa yang berada di wilayah kecamatan zona merah, tanpa terkecuali.

(yon)