oleh

Sisir Rumah Kost dan Penginapan, Amankan Tiga Pasangan Mesum

TUBAN. Netpitu.com – Peringatan bagi masyarakat yang hobby selingkuh di rumah kost dan penginapan di Kota Tuban, untuk berpikir seribu kali jika ingin menyewa kamar untuk berindehoy.

Pasalnya, petinggi Polres Tuban AKBP Nanang Haryono, SH, S.I.K, M.Si, di bulan Ramadhan ini memiliki kebiasaan unik. Yakni, “Ngabuburit” menjelang berbuka puasa dari Pukul 16.30 hingga 17.20 Wib. dengan menyisir rumah kost dan penginapan yang ada di Kota Tuban.

Tentunya ngabuburit Kapolres Tuban ini bukan sembarangan, lantaran ia bersama jajarannya dibantu Satpol PP dan POM TNI serta Banser, tengah melakukan Operasi Pekat ( Penyakit Masyarakat) Semeru.

Pelaksanaan operasi Pekat Semeru di Bulan Ramadhan ini mulai dilaksanakan pada Rabu, ( 23/5) sekitar pukul 16.30 hingga pukul 17.20 WIB.

“Sasarannya adalah Rumah kost-kostan dan Penginapan di Wilayah Tuban,” ungkap Kapolres kepada netpitu.com pada saat hendak berangkat dari Mapolres Tuban.

Menurutnya ini salah satu kegiatan untuk memberikan rasa nyaman dan ketertiban pada masyarakat Bumi Wali Tuban khususnya di Bulan Ramadhan seperti ini.

Baik polri dengan TNI, Satpol PP, Banser akan memberikan nyaman itu, polri akan selalu memberikan perlindungan pelayanan dan pengamanan terhadap masyarakat Bumi Wali Tuban. 

“Kami tidak ingin adanya penyakit masyarakat yang semakin banyak di Bumi Wali, sudah kita tahu bahwa dalam masyarakat disebut ” MOLIMO” yaitu main judi, maling, madon, madat dan minum,” ujarnya.

Razia ini akan selalu ditingkatkan hari per hari dan yang terakhir operasi pekat seperti ini untuk mendeteksi orang orang asing ataupun orang yang tidak kita kenal masuk di Bumi Wali hingga mereka tidak membuat gaduh atau membuat hal-hal yang tidak kita inginkan sehingga Bumi Wali tetap aman, terjaga dan kondusif.

Dari hasil razia di Kos-kosan Radika 2, Jalan Mastrip, Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, membuahkan hasil dengan diamankannya dua sejoli yang tinggal di Kamar B.8

Mereka adalah Safina Ega Yulina, (20), Malang, Wiraswasta, warga Jalan Terusan Wapada, H5, Kecamatan Blimbing, Kabupaten Malang, Dini Aprillianti, (19), beralamatkan Madiun, jam Luworo 05/02, Kecamatan Pilang Kenceng, Kabupaten Madiun.

Kemudian di kamar B.7, didapati dua remaja sejoli yang bernama Dwi Adrianto, (21), Tuban, Karyawan swasta, Desa Sokogernjeng, RT 05, RW 02, Kec. Kenduruan Tuban kedapatan bersama Hilda Rohmatun Nissa, (22), statusnya pelajar/ mahasiswa, Desa Jenu, Kec Jenu, Kabupaten Tuban.

Selanjutnya penghuni Kamar B.3. Hanya saja kalini didapati sepasang orang dewasa, yakni Ade Hasan Hidayat, (40), beralamatkan Karawang, jalan Arjuna 3, Solo Elok, Mojosongo, Jebres bersama pasangannya Ayu Setya Ningrum, (20), wanita warga jalan Pattimura, RT 02, RW 02, Kelurahan Baturetno, Kabupaten Tuban.

Dari hasil mengamankan orang-orang tersebut hingga hari ini pasangan yang diduga bukan pasangan yang sah karena tidak bisa menunjukkan surat nikah resmi sebagai pasangan.

Dari irang-orang yang telah di amankan dari kos-kosan semua itu yang di bawa ke Polres Tuban telah menjalani pendataan dan pembinaan.

“Operasi pekat ini kami ingin juga mendeteksi orang orang asing ataupun orang yang tidak kita kenal masuk di Bumi Wali hingga mereka tidak membuat gaduh atau membuat hal-hal yang tidak kita inginkan sehingga Bumi Wali tetap aman, terjaga dan kondusif.

Kata Kapolres kelahiran Kota Bumi Angkling Dharma, Bojonegoro ini, dia ingin menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh warga Kota Tuban dari bahaya terorisme, mempersempit ruang gerak dari kelompok teroris dan antisipasi tindak asusila saat Ramadhan.

(gio)