oleh

Bentuk Komisi Informasi Daerah, Dinas Kominfo Bojonegoro Gelar FGD

BOJONEGORO. Netpitu.com – Mengawali rencana pembentukan Komisi Informasi Daerah (KID) Dinas Kominfo Bojonegoro, menggelar Forum Group Disscusion (FGD), Kamis, (23/8), di Co Creating room, gedung Pemkab Bojonegoro.

KID, sebagaimana diamanatkan dalam Perda No. 2 Tahun 2017 tentang keterbukaan informasi Publik harus sudah terbentuk setelah dua tahun pasca penetapan Perda.

Kepala dinas Kominfo, Drs. Kusnadaka Tjatur Prasetyo, MM, mengatakan FGD pembentukan KID kali ini sebagai tahap awal untuk membangun kerangka kerja pembentukan KID mulai dari tahap pembentukan Panitia Seleksi, Proses Seleksi sampai hal-hal teknis terkait tugas dan kewenangan KID.

“Melaui FGD diharapkan ada saran-saran untuk kesempurnaan terbentuknya Komisi Informasi Kabupaten Bojonegoro,” kata Kusnandaka Tjatur Prasetyo.

FGD dihadiri tiga orang nara sumber, yakni Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Provinsi Jawa Timur, Agus Dwi Muhanan, S.Sos, MM, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito, SH, dan Sekretaris Komisi A DPRD Bojonegoro, Donny Bayu Setiawan, SH.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo Bojonegoro, Joko Suhermanto mengungkapkan, pada semester pertama tahun 2018 terdapat 19 permohonan informasi yang dilayani Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi setelah melalui tahapan yang ada.

Sedangkan sengketa informasi pada semester pertama 2018 nihil.

Diungkapkan, pada tahun 2016 terdapat kasus menonjol pada sengketa informasi, yakni sengketa informasi dokumentasi kontrak proyek. Namun sengketa tersebut segera dapat diselesaikan melalui mediasi antara pemohon dan Pemkab Bojonegoro.

“Waktu itu pemohon meminta kelengkapan informasi,” imbuh pimpinan perusanaan media netpitu.com ini.

Amrozi, salahsatu peserta FGD menyatakan sangat setuju dengan pembentukan KID, namun ia mengingatkan agar dalam pelaksanaan rekrutmen nanti harus benar- benar selektif dan trannsparan sehingga terpilih anggota Komisi Informasi Daerah yang memiliki kompetensi di bidangnya dan berintegritas.

“Sejak pembentukan tim seleksi, harus sudah berbasis pada kebutuhan KI,” papar pria asal Kepohbaru ini.

“Jangan asal comot,” tegasnya.

(am)