oleh

EMCL Gelontorkan Bantuan Sarana Prasana Usaha 50 Permata

Bojonegoro, Netpitu.com – Sebanyak 50 Perempuan Kepala Rumah Tangga (PERMATA) di dua desa yakni Leran dan Sukoharjo Kec. Kalitidu menerima bantuan sarana dan prasarana usaha yang diserahterimakan secara simbolis di dua balai desa setempat, Jumat (24 November 2017).

Serah terima bantuan sarana dan prasarana pertama diberikan kepada 16 Permata di Desa Sukoharjo pada pukul 09.00 wib tadi dan untuk Desa Leran diberikan kepada 36 Permata pada pukul 13.00 WIB. Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan program Pemberdayaan Perempuan Kepala Rumah Tangga (Perempuan) kerja sama LPM Indonesia dengan ExxonMobil Cepu Limited.

Serah terima bantuan sarana dan prasarana usaha di Desa Sukoharjo diberikan kepada lima perwakilan Permata yang secara secara simbolis diberikan oleh Ibu Rully Judhi Hernani Kabid UKM Dinas Koperasi dan UKM kab. Bojonegoro, perwakilan camat Kalitidu dan kepala Desa setempat. Diharapkan mampu menunjang kemajuan usaha para ibu Permata. Adapun bentuk bantuan untuk penunjang usaha Permata bervariasi sesuai dengan kebutuhan usahanya seperti Etalase, Mesin Parut kelapa, Gerobak, Mesin Jahit elektrik serta prasarana lainnnya.

Kabid UKM Kab. Bojonegoro. menyampaikan agar bantuan yang diberikan ini dimanfaatkan dengan baik
“saya berpesan ibu ibu setelah diberikan bantuan ini agar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan sebisa mungkin jangan sampai dijual lo bu” tuturnya di Balai desa Sukoharjo

Selain itu pihaknya juga menyampaikan bahwa dinas Koperasi dan UKM Kab. Bojonegoro siap memfasilitasi kebutuhan pelatihan pengolahan hasil pertanian bagi ibu ibu Permata yang menginginkan untuk mendapatkan pelatihan pengolahan hasil Pertanian baik di Desa Leran dan Sukoharjo.

Sementara di Desa Leran, Kepala Dinas PMD Kab. Bojonegoro Drs.EC. Djumari, M.Si menyampaikan “agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk usaha, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ibu permata. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas PMD juga mempunyai program sejenis yaitu Program Jalin Matra PFK dengan jumlah sasaran 3.000 KRTP. Ibu permata harus berkreatifitas dengan produk-produk unggulan lokal desa, pungkasnya.

M. Fathur Rochman, Tenaga Ahli (TA-TTG) Program P3MD dari Kemendesa yang juga turut memberikan motivasi, “ini merupakan program yang bagus, ada sinergi antara Pemerintah, Perusahaan dan NGO dalam melakukan pemberdayaan masyarakat. Semoga ini menjadi inspirasi kita semua, khususnya Pemerintah Desa untuk mengalokasikan anggaran pemberdayaan masyarakat melalui APBDesa dan saya yakin hasilnya akan lebih maksimal”.

Secara terpisah Dian Widodo selaku Direktur LPM Indonesia menyampaikan bahwa Program Permata ini adalah program pemberdayaan ekonomi permatan, “selain dibantu dengan sarana dan prasarana ibu ibu Permata ini juga mendapatkan pendampingan didalam mengelola usahanya,dan sebelumnya ibu permata juga diberikan pelatihan pengelolaan keuangan dan pola Asuh anak” pungkasnya.

(red)