oleh

Laporan Dugaan Pemalsuan Data Otentik Anna Mu’awanah, Penyidik Akan Panggil Mantan Kadis Dukcapil Bojonegoro

-BERITA-118 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Tindak lanjuti pelaporan Anwar Sholeh atas dugaan pemalsuan data otentik atau menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan dengan akta itu, dengan terlapor bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro berencana memanggil mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bojonegoro, Suhono, untuk diklarifikasi mengenai laporan tersebut.

Rencana pemanggilan mantan Kadis Dukcapil itu terungkap dalam SP2HP yang dikirimkan kepada pelapor Anwar Sholeh, pada Senin, tanggal 24 Januari 2022.

Disebutkan dalam SP2HP, sejak pelaporan tersebut dilaporkan, 29 Juni 2021 lalu, Satreskrim Polres Bojonegoro telah menerbitkan surat tugas penyelidikan nomor : sp-Gas/385.a/Vll/2021/Reskrim, tanggal 01 Juli 2021, dan telah melakukan klarifikasi terhadap 18 orang yang dianggap mengetahui terkait tentang sesuatu hal yang dilaporkan oleh Anwar Sholeh.

Dalam pelaporannya Anwar Sholeh menyerahkan dua bukti berupa foto copy salinan kutipan akte kelahiran atas nama Anna Mu’awanah dan Kartu Keluarga ( KK ) atas nama Anna Mu’awanah yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bojonegoro.

Baca Juga :  Yuk ! Ngabuburit di Pusat Kuliner Jalan Thamrin

Dikatakan Anwar, bahwa ada keanehan pada penerbitan akte kelahiran Anna Mu’awanah di Disdukcapil Bojonegoro lantaran Bupati Bojonegoro itu sebelumnya sudah memiliki akte kelahiran yang diterbitkan oleh Disdukcapil Kabupaten Tuban pada tahun 2000. “Apa motifnya ?,” Cetus Anwar Sholeh.

Sebagaimana diketahui pada laporan pertama, Anwar Sholeh telah melaporkan dugaan beda nama antara ijazah SD, MTs, MA, dengan Ijazah dan S1 dan akte kelahiran yang dimiliki Anna Mu’awanah.

Pada ijazah SD, MTs, dan MA tertulis nama Muk’awanah, namun dalam akte kelahiran dan ijazah S1 tertulis nama Anna Mu’awanah.

Tidak ada catatan pinggir dalam akte kelahiran yang dimiliki Anna Mu’awanah menambah rasa penasaran Anwar Sholeh. Catatan pinggir di sisi samping lembar akte kelahiran merupakan ruang halaman yang biasa digunakan oleh Dukcapil untuk menulis atau mencatat adanya perubahan pada data akte kelahiran.

“Tapi ini ( akte kelahiran Anna Mu’awanah ) tidak ada, dan bersih dari catatan,” tandas Anwar Sholeh, ketua DPRD Bojonegoro periode 1999 – 2004. Padahal sesuai ketentuan Undang-Undang No. 4 tahun 1961 tentang perubahan ganti nama harus ada keputusan penetapan dari Kementerian hukum Indonesia.

Baca Juga :  Tiang Pegangan Refleksi Di Taman Lokomotif Nyetrum

Sementara itu, lanjut Anwar, pada dokumen Kartu Keluarga atas nama Anna Mu’awanah, terdapat data yang patut dipertanyakan kebenarannya. Dalam kolom pekerjaan KK tertulis pekerjaan Anna Mu’awanah Wiraswasta, sedangkan pada kolom pendidikan KK, tertulis Diploma.

Padahal diketahui bahwa pada saat mendaftarkan KK di Disdukcapil Bojonegoro Anna Mu’awanah memiliki pekerjaan sebagai anggota DPR RI dengan pendidikan terakhir Strata lll atau doktoral.

Karena itulah Anwar Sholeh melaporkan dugaan perkara pemalsuan data otentik atau menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik mengenai sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan dengan akta itu, sebagaimana diatur dalam Pasal 264, 266 KUHP.

Dengan lamanya perkara yang telah dilaporkan itu, Anwar berharap penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro segera mengusut tuntas perkara tersebut dan menempatkannya sebagai prioritas penuntasan penangan perkara yang dilaporkan oleh warga masyarakat.

Baca Juga :  Mobil Dinas Bupati Bojonegoro Dicuri Di Garasi Pemkab, Ini Komentar Warga

Sementara itu, Kasus dugaan pemalsuan data otentik terkait beda nama pada ijazah SD, MTs, dan MA dengan Ijazah S1 bupati Bojonegoro yang merupakan laporan Anwar Sholeh yang pertama, kini hasil penyedikan penyidik bakal dilakukan gelar perkara di Polda Jatim.

Rencana gelar perkara ini dilakukan setelah bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah sebagai terlapor mendatangi Mapolres Bojonegoro tengah malam, untuk memberikan klarifikasinya terkait materi perkara yang dilaporkan Anwar Sholeh.

Kepastian gelar perkara di Polda Jatim tersebut disampaikan Kapolres Bojonegoro, AKBP. M
Muhammad, kepada netpitu.com, Kamis, (20/01/2022), di Mapolres Bojonegoro.

Dikatakan Kapolres, saat ini penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro tengah berkirim surat ke Polda Jatim.

Menjawab pertanyaan netpitu.com, apakah perkara tersebut akan dilimpahkan ke Polda Jatim. AKBP. M. Muhammad, mengatakan tidak. Hanya saja untuk gelar perkara perkara tersebut tengah diajukan untuk digelar di Polda Jatim.

(ro)