oleh

Seragam Sekolah Gratis Untuk Siswa Baru SMA dan SMK Se- Jatim

Netizensatu.com – Kabar gembira bagi siswa baru tingkat Sekolah Menengah Atas ( SMA ) dan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) yang berada di wilayah Provinsi Jawa timur, karena untuk tahun ajaran baru 2017-2018, pemerintah Provinsi Jatim bakal memberikan 3 setel ( pasang, red ) pakaian seragam gratis kepada siswa. Diantaranya pakaian seragam Putih Abu-abu dan seragam Pramuka.

Pemberian pakaian gratis oleh Pempov tersebut dimaksudkan untuk meringankan beban orang tua murid baru SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta. Dengan demikian pihak sekolah tahun ini dilarang membebani orang tua murid baru untuk membeli seragam di sekolah. Kecuali kelengkapan atibut sekolah seperti Badge dan segaram kaos olah raga sekolah.

Namun demikian pemberian seragam gratis ini tidak berlaku bagi lembaga sekolah di bawah naungan Kementerian Agama, seperti Madrasah Aliyah baik negeri mauun swasta.

Seperti terjadi di Madrasah Aliyah Negeri I, Bojonegoro, yang baru saja melaksanakan penerimaan peserta didik baru. Siswa yang lolos ujian PPDB, diwajibkan daftar ulang dan membeli pakaian seragam sekolah. Dengan ketentuan untuk satu paket pakaian seragam putra seharga Rp. 826.000,- dan seragam putri Rp. 905.000,-

Pakaian seragam tersebut sudah diterima siswa baru dalam bentuk pakaian jadi, tidak seperti tahun sebelumnya dalam bentuk kain.

Selain itu siswa baru MAN I Bojonegoro juga dimintai sumbangan Dana Peningkaan Mutu Madrasah ( DP2M) sebesar Rp. 3 juta untuk kelas unggulan dan Rp 1,5 juta untuk kelas reguler. Meski kewajiban pembayaran dana peningkatan mutu Madrasah belum diberlakukan sekarang, tapi siswa yang sudah diterima dan melakukan ulang diwajibkan membayar membayar uang muka ( uang panjar ) dengan nilai tak ditentukan jumlahnya.

Apakah sumbangan yang sama juga masih diberlakukan kepada siswa baru SMA/SMK di lingkungan kerja Dinas Pendidikan ?.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa timur, di Bojonegoro, Sumiarso, mengatakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  Tahun Ajaran 2017-2018 mulai dibahas oleh Dinas Pendidikan Propinsi Cabang Bojonegoro.

Lantaran sejak pengelolaan SMK/SMA diambil alih dari Kabupaten ke Propinsi awal tahun lalu urusan PPDB tingkat SMA/SMK bukan lagi menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten lagi. Namun detailnya seperti apa hingga sekarang belum ada pembahasan.

(Red/Pur)