oleh

Tunda Bayar Proyek EPC 5, Polres Pertemukan PT. HK dan Kontraktor Lokal

Netizensatu – Meski sudah selesai masa pengerjaan pelaksanaan pembangunan sejumlah infrastruktur di proyek Blok Cepu masih menyisakan masalah antara rekanan utama EMCL ( Exxon Mobile Ceu Limited ) dengan sejumlah kontraktor lokal.

Dimana PT. Hutama Karya, selaku kontraktor pada Proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) 5 Banyuurip Blok Cepu, belum membayarkan tunggakan pembayaran (invoice) kepada sejumlah kontraktor lokal dari 2015 hingga sekarang.

Menengahi persoalan tersebut Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro, Selasa (25/4), menggelar pertemuan di aula Parama Satwika Polres Bojonegoro yang menghadirkan kontraktor lokal.

Diantaranya, Hadi dari PT Jawa Express, Sandoyo dari CV Mitra Kinasih, Widodo dari CV Maharani, Pujianto dari CV Maharani, Sugianto pemilik Toko Air Minum, Tri Joko dari CV Jati Mas, Jaswadi dari CV Candra Kharisma, Gunawan pemilik Toko Awan Jaya, Yudiono dari CV Yogi Putra, Kamidin dari CV Prima Abadi dan Eko S dari CV SBS. Sedangkan dari pihak EMCL diwakili oleh Rexy Mawardi Jaya,  Dave A. Seta, Harry KD dan Teguh H., dan dari SKK Migas diwakili oleh Erwin A dan Singgih P.

Pertemuan tersebut juga dihadri oleh Kalakhar Pamobvit AKBP Darsono, Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Teguh Santoso, Kasat Reskrim AKP Sujarwanto, Kasat Sabhara AKP Syabain, Kasat Binmas AKP Sri Ismawati, Kapolsek Gayam AKP Wiwin Rusli dan Perwira Pam Obvit AKP Supardi.

Namun sayang, menurut Kapolres PT Hutama Karya sebagai salah satu pihak yang seharusnya bisa menjelaskan segala persoalan termasuk invoice tidak dapat hadir. Karena pihak HK tidak hadir, Kapolres meminta para kontraktor untuk melengkapi data sebagai bahan pertemuan berikutnya

Karenanya Kapolres meminta pada kontraktor lokal menyampaikan secara rinci termasuk invoice, dan dokumen pendukung sebagai bahan untuk pertemuan selanjutnya.

“Cek kembali kontraktor luar apakah sudah memberdayakan kontraktor lokal, semoga pertemuan ini sebagai titik awal komunikasi yang baik sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” pesan Kapolres.

Sementara itu salah satu perwakilan kontraktor, Hadi dari PT Jawa Exspress, mengatakan tunggakan yang belum dibayar oleh pihak HK pada perusahaan miliknya sebesar 1,5 miliar. Selama ini pihaknya sudah mengirim surat beberapa kali namun tidak pernah mendapat tanggapan HK.

” Sudah pernah kirim surat tapi tidak pernah digagas, terakhir rapat di surabaya HK menjelaskan belum bisa membayar,” ucapnya.

Sementara itu Kabag Ops Polres Bojonegoro Kompol Teguh Santoso yang mendampingi Kapolres meminta kepada Kontraktor untuk menunjuk satu koordinator untuk mengkumpulkan data.

Pamsus Obvit Polda Jatim, AKBP Darsono, berharap ada petunjuk jalan titik terang antara PT. HK dengan kontraktor lokal.

(Dan)