oleh

Gubernur Jatim Berikan Santunan Kepada Ahli Waris Penyelenggara Pemilu Yang Meninggal

BOJONEGORO. Netpitu.com – Gubernur Jawa timur Khofifah Indar Parawansa, akan memberikan santunan kepada ahli waris atau keluarga penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia saat penyelenggaraan Pemilu serentak 2019, yang digelar 17 April 2019 lalu.

Menurut Kepala kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kabupaten Bojonegoro, drs. Kusbiyanto, pemberian bantuan atau santuanan tersebut sesuai dengan radiogram Gubernur Jatim nomor 270/187/412.305/2019 tanggal 25 April 2019, yang dikirimkan ke Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Dalam radiogram disebutkan, kepada keluarga ahli waris petugas penyelenggara Pemilu yang meninggal karena sakit akibat kelelahan saat penyelenggaraan Pemilu, besuk Jumat, (26 April 2019), diundang ke gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo No. 101, Surabaya, pada pukul 16.00 Wib, pada besuk Jumat, tanggal 26 April 2019.

Bagi ahli waris ( suami/ istreri/ anak/ ayah atau ibu ) yang akan datang menghadiri undangan gubernur Jatim, diharap membawa KTP Keluarga, Kartu Keluarga, dan foto korban ( petugas penyelenggara Pemilu ).

Lebih lanjut dikatakan Kusbiyanto, di Bojonegoro ada 4 ( empat ) orang penyelenggara Pemilu yang meninggal saat melaksanakan tugasnya.

Ke empat penyellenggara Pemilu di Bojonegoro yang meninggal adalah sebagai berikut :

1. Supriyadi (22), jabatan sebagai anggota KPPS TPS 10, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro.
2. Lu’anto (45), jabatan anggota KPPS Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
3. Mustakim (43), jabatan anggota PPS Desa Jampet, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
4. Suparman (60), jabatan anggota Linmas Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro.

“Untuk memudahkan koordinasi pemberangkatan, kami mohon ahli waris besuk ( Jumat ) berkumpul terlebih di kantor Bakesbangpol Bojonegoro. Untuk kemudian berangkat bersama-sama,” jelas Kusbiyanto, kepada netpitu.com.

Kepala Bakesbangpol, Kusbiyanto, mewakili Pemerintah Kabupaten, juga mengucapkan bela sungkawa dan duka yang mendalam atas meninggalnya ke empat pahlawan demokrasi itu.

“Semoga amal ibadahnya ditetima Allah SWT,” ucap Kusbiyanto.

(ro)