Dituntut Hukuman Mati Terdakwa Narkoba Asal Malaysia Pasrah

- Tim

Selasa, 25 Juli 2017 - 04:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PUTUSSIBAU. Netpitu.com – Terdakwa Chong Chee Kok (42) kasus narkoba jenis sabu seberat 31, 646,89 kilogram dan 1,88 butir ekstasi dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum hukuman mati saat sidang di Pengadilan Negeri Putussibau, Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Senin.

Pada sidang tersebut terdakwa yang menggunakan rompi tahanan berwana ornge dan memakai celana jens itu didamping seorang penerjemah bahasa.

Dalam persidangan itu, Jaksa penuntut umum yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Rudy Hartono didampingi jaksa lainnya membacakan tututan pidana hukuman mati terhadap Chong Chee Kok.

Sementara itu, sidang kasus narkoba jaringan internasional tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Putussibau yaitu Saputro Handoyo, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Douglas R P Napitupulu dan Veronica Sekar Widuri serta Paniteranya bernama Ali Rahman.

Atas tuntutan tersebut terdakwa terlihat terkejut dan pasrah, meskipun demikian melalui penterjemah bahasa, Chong Chee Kok menyampaikan bahwa dirinya akan melakukan pembelaan.

Baca Juga :  Kapolda Jatim Resmikan Perkemahan Pramuka Se Jatim di Dander

Dewan Hakim dalam persidangan itu mengatakan pembelaan yang diajukan terdakwa tersebut merupakan hak terdakwa.

“Untuk sidang pembela dakwaan akan dilaksanakan setelah satu minggu setelah pembacaan tuntutan, yaitu akan dilaksanakan 31 Juli 2017,” kata Dewan Hakim persidangan tersebut.

Sidang dengan agenda tuntutan Jaksa Penuntut umum itu dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Putussibau, Saputro Handoyo didampingi Wakil Ketua Pengadilan Douglas R P Napitupulu dan hakim Veroniva Sekar Widuri serta panitera Ali Rahman.

Baca Juga :  Kluster Baru Pasien Covid di Tuban Berasal Dari Kerumunan Kegiatan

Chong Chee Kok beserta 31.646,89 kilogram Narkoba jenis sabu dan 1.988 butir pil ekstasi tertangkap tim gabungan pada Rabu (30/11-2016) pukul 11.30 Wib ketika melintas di Pos Lintas Batas Negara Indonesia – Malaysia di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu Kalimantan Barat.

Sumber : Antara

Berita Terkait

Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh
Mantan Camat Padangan Kembali Dihadirkan di Persidangan Dugaan Korupsi BKKD
Putusan Banding PT Tipikor Surabaya Bebaskan Shodikin Dari Dakwaan Primair JPU
Jual Proyek Fiktif Kades Kanten Dilaporkan Ke Polisi
Anwar Sholeh Serahkan Bukti Tambahan Kasus Dugaan Pemalsuan Data Otentik
Duit BOP TPQ Diduga Mengalir Ke Kantor Kemenag Untuk Ganti Cetak Piagam
Duit BOP TPQ Lari Kemana ? Ini Pengakuan Ketua FKTPQ
Pengadilan Negeri Bojonegoro Kampanyekan Zona Integritas WBK Dan WBBM

Berita Terkait

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:09

Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:00

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 9 Maret 2024 - 21:31

Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Desember 2023 - 08:11

Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Jumat, 1 Desember 2023 - 08:54

Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh

Berita Terbaru

GOODNEWS

Komunitas IRL Jatim Bagikan Takjil di Bojonegoro

Minggu, 31 Mar 2024 - 12:29

BERITA

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 23 Mar 2024 - 14:00