Ketika Anarkisme Menari di Gedung Pemkab

- Team

Kamis, 25 Juli 2019 - 01:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi vandalisme dengan lakukan corat-coret gedung Pemkab terjadi pada Rabu, (24/7/2019). Ada pesan apa  untuk bupati dan DPRD Bojonegoro ?.

Aksi vandalisme dengan lakukan corat-coret gedung Pemkab terjadi pada Rabu, (24/7/2019). Ada pesan apa untuk bupati dan DPRD Bojonegoro ?.

Ketika Anarkisme Menari di Gedung Pemkab

Ditulis oleh : Edy Kuntjoro.

Pagi hari Rabu, 24/7/2019, kemarin pegawai Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang bekerja di gedung Pemkab, jalan Mastumpel, mendadak heboh. Lantaran adanya pesan tulisan di dinding dan pagar pembatas taman gedung Pemkab yang ditulis dengan cat semprot (air brush).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada nada emosi dan kekecewaan yang akut dalam kalimat yang sengaja ditulis di tembok-tembok gedung berlantai tujuh itu. Baik ditujukan untuk pemerintah daerah maupun DPRD.

Beberapa tulisan berbunyi, Pemerintah kon***, DPRD kont***, Anj*** berdasi, Kembalikan uang kami.

Menariknya, dari semua tulisan itu ditandai dengan simbol (tanda) huruf A dengan lingkaran di luarnya. Tanda ini biasa digunakan oleh kelompok Anarkho Sindikalisme, yang berasal di Perancis.

Lantas apa hubungan kelompok ini dengan Pemkab Bojonegoro ?. Atau mereka (pelaku penulisan) hanyalah sekelompok orang yang merasa kecewa dengan jalannya pemerintahan di Kabupaten Bojonegoro.

Sehingga mereka merasa harus melakukan aksi vandalisme dengan mencorat-coret tembok gedung Pemkab dengan menggunakan simbol Anarkho sindikalisme sebagai simbol yang mewakili perjuangan rakyat tertindas ?.

Baca Juga :  Inilah Pemenang Lomba Baca Puisi dan Vlog Bulan Soekarno dan Pancasila

Lantas apa motifnya?.

Terlepas dari siapa dan apa motif mereka lakukan aksi vandalisme itu. Saya bersyukur karena masih ada orang yang berani melakukan perlawanan, melakukan protes, melakukan kritik, terhadap pemerintah daerah. Hanya saja sayangnya perlawanan itu tidak dilakukan dengan cara yang benar.

Setidaknya dengan aksi itu menyadarkan diri kita bahwa masih ada rakyat yang terluka dan kecewa atas kinerja pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang dipimpin oleh bupati, Anna Muawanah dan Wakil bupati, Budi Irawanto,

Aksi protes tentunya tidak muncul begitu saja dan tentu ada latar belakang pemicunya.

Menyikapi hal ini, pemerintah daerah harus mawas diri, terutama bupati harus berani introspeksi dan melakukan koreksi terhadap kebijakan -kebijakannya yang kurang tepat, selama hampir 10 bulan memimpin Bojonegoro.

Apakah sudah berlaku adil ?. Apakah sudah bekerja sesuai mekanisme tata kelola pemerintahan yang baik. Apakah sudah menjalankan kewenangannya dengan benar dan sesuai aturan ketentuan perundangan. Apakah sudah melayani rakyat ?.

Baca Juga :  Anwar Sholeh : Surat Pernyataan Dukungan Pada Parpol Tertentu Menginjak- injak Demokrasi

Jika sudah Alhamdhulillah. Tetapi jika belum, bupati harus berani mereformasi dirinya sendiri agar bisa menjadi pemimpin yang sebaik-baiknya bagi rakyatnya.

Bukan pemimpin yang bekerja semau-maunya dan mengabaikan aturan ketentuan perundang-undangan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah RI.

Kritik terhadap DPRD harusnya juga dijadikan bahan introspeksi para anggota wakil rakyat itu. Wakil rakyat harusnya betpihak kepada kepentingan rakyat, bukan kepentingan kelompok dan kepentingan untuk menumpuk harta kekayaan pribadi.

Wakil rakyat harus berani memberikan kontrol keras terhadap pelaksanaan jalannya pemerintahan eksekutif, sehingga tercipta kesimbangan.

Saya jadi teringat dengan, ungkapan Presiden Jokowi yang saya rasa ditujukan kepada para penguasa, pejabat, gubernur, bupati dan kepala SKPD, yang baik untuk dilakoni dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari.

“Lamun siro sekti, ojo mateni”. Meskipun kamu (merasa) sakti (kuat, berkuasa atas orang lain) jangan suka menjatuhkan (membunuh).

Baca Juga :  Jalan Teuku Umar Ditutup Ada Apa ?

“Lamun siro pinter, ojo minteri”. Meskipun kamu (merasa) pintar, jangan sok pintar.

“Lamun siro banter, ojo ndhisiki”. Meskipun kamu (merasa) cepat (cekatan), jangan suka mendahului.

Dari ungkapan falsafah Jawa diatas, ada pesan budi luhur dan tata krama kehidupan yang semestinya dijalankan oleh pemimpin, agar tidak terjebak dalam kesombongan dan kesewenang-wenangan ( abusse power ).

Kesuksesan dan kesejahteraan adalah keniscayaan jika kita selalu mengkedepankan kebersamaan dan gotong royong dalam setiap kegiatan. Holobis kuntul baris..!.

Pemimpin yang hadir atas kehendak rakyat adalah pemimpin yang berani memperjuangkan kepentingan rakyatnya tanpa pamrih. Pemimpin yang mensejahterakan rakyatnya dengan ikhlas. Pemimpin yang memberikan keadilan dan berani menjamin adanya kepastian hukum di wilayahnya.

Pemimpin bukanlah raja yang harus dilayani oleh rakyatnya atau penguasa yang bisa bertindak semena-mena.

Bojonegoro, Kamis, 25 Juli 2019.

Penulis : Edy Kuntjoro.
Warga Desa Sukorejo, RT 16/ RW 04, Kec. Bojonegoro, yang bekerja di netpitu.com

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 21:37

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:03

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Senin, 10 Juni 2024 - 13:16

Diikuti 44 Didu dan PT, SMKN 1 Bojonegoro Mulai 11 – 13 Juni Gelar Job Fair Untuk Umum

Minggu, 12 November 2023 - 16:16

Satu Jiwa Tolak Korupsi, Roadshow PMK ke 66 di Bojonegoro

Rabu, 6 Juli 2022 - 23:21

PPDB SMKN Tuban – Bojonegoro Resmi Ditutup, 1109 Bangku Tak Terisi

Jumat, 27 Mei 2022 - 13:05

Orang Tua Wali Murid Pertanyakan Uang Tabungan dan Uang Kunjungan Industri Yang Belum Dikembalikan

Rabu, 25 Mei 2022 - 12:02

IKA SMP Negeri 2 Bojonegoro Mulai Bangun Mushola di SMPN 2

Selasa, 24 Mei 2022 - 18:00

Pungutan Kepada Siswa Melalui Komite Itu Tidak Dibenarkan

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32