oleh

Perhutani KPH Padangan Kembangkan “Sereh Wangi” Untuk Teraphy Kecantikan

BOJONEGORO. Netpitu.com – Berawal dari mencoba tanaman Sereh Wangi yang bermanfaat untuk kesehatan dengan dijadikan minuman dan diambil minyaknya yang dilakukan oleh Asper Tobo, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Padangan sekarang ini telah mendapatkan tanggapan serius dari Tirta Ayu Spa di Bojonegoro, Jawa Timur.

Rumah kecantikan itu kini sudah bekerja sama dengan KPH Padangan untuk mengembangkan tanaman tanaman tersebut.

“Terapis dan spa kami semua rempah alam ya termasuk Sereh Wangi dari Perhutani. Kami,” kata Pemilik Tirta Ayu SPA di Bojonegoro Leny kepada netpitu.com saat dikonfirmasi terpisah di Bojonegoro, Kamis (25/07/2019).

Kata Administratur KPH Padangan, Lusy M, melalui Waka Adm.. KPH Padangan, Yeni, menyebutkan kerja sama tanaman Sereh Wangi di lahan hutan BKPH Tobo seluas 11 hektare mulai dikembangkan tahun ini dengan lokasi di Desa Kendung, Kecamatan Padangan.

Baca Juga :  KAI Sediakan Layanan Test Covid GeNose di Stasiun Bojonegoro

Baik Lusy dan Yeni mengapreasiasi kerja sama pengembangan tanaman Sereh Wangi, yang dilakukan Tirta Ayu SPA itu. Sebab, pengembangan tanaman Sereh Wangi itu membuka lapangan kerja bagi Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) juga bisa menambah pendapatan Perhutani Padangan.

Beberapa waktu lalu Wisatawan manca negara (Wisman) asal Lithuania sudah singgah menjalani terpis di Titra Ayu Spa dengan menggunakan bahan tersebut.

Ketua Masyarakat Pariwisata Bojonegoro Wahyu Setiawan, menjelaskan bahwa tanaman Sareh Wangi yang dikembangkan di hutan jati KPH Padangan itu juga melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Baca Juga :  Sedulur Silat Bojonegoro Bareng Bagikan Takjil Pada Pengguna Jalan

Yang jelas, menurut dia, peluang potensi dari kondisi adanya tanaman Sereh Wangi ataupun tanaman kayu putih bisa juga dikembangkan menjadi lokasi wisata edukasi.

Pengunjung bisa secara langsung melihat prosesnya, apalagi dikawasan ini juga ada rumah pohon yang memiliki keunikan serta pesona alam yang berbeda dengan wisata yang lainnya.

“Minat wisatawan sekarang beralih kembali kealam,” ucapnya.

Dari keterangan yang diperoleh media ini menyebutkan Serai atau Sereh Wangi (Cymbopogon Nardus) adalah jenis rumput-rumputan dari “ordo graminales” yang khas dari daerah-daerah tropis Asia. Nardus bersifat perennial (selalu tumbuh sepanjang tahun), selain itu sangat terkenal sebagai rempah-rempah dalam masakan Asia (terutama dalam kuliner Thailand dan Indonesia).

Baca Juga :  KAI Sediakan Layanan Test Covid GeNose di Stasiun Bojonegoro

Namun, juga dapat diseduh menjadi teh herbal dengan aroma lemon yang khas. Sereh wangi juga dapat dibuat menjadi citronella oil yang memiliki sifat-sifat yang menguntungkan seperti anti-nyamuk, anti-jamur, antibakteri, larvasidal, anti-inflammatory, aromatik, antipiretik (dapat meredakan demam dan sakit kepala), antispasmodic (bersifat sebagai muscle relaxer), dan dapat digunakan untuk agen-agen pembersih.

Dari data yang ada daerah Karibia dan India, Sereh Wangi adalah komposisi utama dari pengobatan-pengobatan tradisional untuk meredakan demam, nyeri eksternal, dan artritis. Daun dari sereh wangi juga merupakan sumber selulosa yang baik untuk pembuatan kertas dan kardus.

(met)