Yayasan Daarut Tauhid, Bandung Gelar Pelatihan Masa Persiapan Pensiun

- Team

Sabtu, 25 September 2021 - 14:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG. Netpitu.com – Yayasan Daarut Tauhid, Bandung, pimpinan Abdullah Gymnastiar atau lebih dikenal Aa Gym, ini benar-benar mempersiapkan buat karyawannya yang hendak memasuki masa pensiun. Salah satu persiapan yang dilakukannya, dengan memberikan pembekalan melalui pelatihan-pelatihan. Baik berupa teoritis maupun praktek langsung dengan meninjau on the spot, pada beberapa jenis usaha yang sudah berhasil.

Hari ini, misalnya. Bertempat di Hotel Cinamon, Bandung. Tak jauh dari bilangan Geger Kalong, Bandung, pusat Daarut Tauhid berkantor, diadakan workshop. Dari total lima ribuan karyawan, di seluruh Indonesia, sebagian dari mereka memasuki masa pensiun. Dan diantara mereka, itulah peserta tersebut berasal.

Dedy Erwin, sebagai penanggung jawab acara, menjelaskan bahwa mereka, dalam pelatihan ini, diberikan beberapa materi. ” Pemahaman psikis menjelang pensiun, cara dan teknis kewirausahaan, menjaga kesehatan”, kata Deddy. Dan, tentu puncaknya, lanjut Deddy, kiat menghadapi persoalan hidup dari Pimipinan Daarul Tauhid, Aa Gym, yang dikenal dengan jurus 5 kiatnya itu.

Keempat materi itu, dipresentasikan masing-masing oleh Abdur Rahman Yuri (adik kandung Aa Gym) dengan tema beningnya hati. Yoyok Indrayatno tema Kewirausahaan. Dokter Doddy Nugraha bicara terkait kesehatan serta Aa Gym dengan 5 kiat menghadapi persoalan hidup.

Kegiatan seperti pelatihan ini, “Sebelum pandemi bisa dilakukan empat atau lima kali per bulan. Tapi semenjak pandemi, baru sekali ini dilakukan”, ujar Deddy.

” Kami juga menerima peserta dari lingkungan eksternal, dari luar karyawan kami”, lanjutnya.

Materi yang menarik bagi peserta, adalah soal kewirausahaan. Bagaimana mereka mesti mempersiapkan diri, dari biasa menjadi karyawan kemudian mesti harus menjalankan sendiri.

Baca Juga :  Elektabiltas Jokowi - Maruf Amin Moncer 57,7 Persen, Prabowo - Sandi Jeblok

“Bapak/ Ibu mesti menjadi CEO. Menjadi pimpinan atas kegiatan bisnis sendiri. Ini, sudah barang tentu, tidak mudah. Tapi jika dirancang dan direncanakan dengan baik, Insya Allah, akan ada solusi dan sukses”, kata Yoyok Indrayatno, sang coach.

Lebih lanjut, Coach Yo, begitu dia biasa dipanggil, menguraikan panjang lebar. Dari sisi cash inflow-outflow. Mulai penyusunan perencanaan, koordinasi dan kontrol akhir. “Setiap bulan, bahkan sebaiknya setiap minggu, mesti ada rapat dengan seluruh keluarga”.

“Semua anggota keluarga, mesti menyesuaikan cash outflownya. Baik bapak/ibu dan anak”. Karena yang sudah pasti, cash inflownya akan mengalami penurunan. “Perlu ada keseimbangan baru, sisi pengeluaran dan pendapatan”, ujar Coach Yo.

Baca Juga :  PEPC Sosialisasi Program Pengembangan Unit Bisnis BUMDes

Yoyok Indrayatno, disamping mengenyam pendidikan diberbagai tempat, baik didalam maupun luar negeri, juga seorang praktisi sekaligus pelaku bisnis. Saya ini, dirumah membuatkan bisnis makanan frozen buat isteri.

“Alhamdulillah, dari hasil bisnis itu, kebutuhan keluarga, seperti bayar listrik, dan kebutuhan dapur bisa tercovered”.

Disamping itu, cerita coach Yo ini, juga membina UMKM dibanyak tempat, yang tersebar dibeberapa provinsi. “Di Krawang, semisalnya, contoh sukses itu bisa dipetik”, ujarnya.

“Prinsipnya, menghadapi masa pensiun ini, bapak/ibu tak perlu merasa cemas berlebihan. Asalkan ada kemauan yang cukup, Insya Allah, selalu akan ada jalan dari Nya. Tentu, sebaiknya memang, harus dibekali dan dilengkapi dengan dasar-dasar ilmu serta pemahaman yang memadai”, kata coach Yo, menutup pelatihan kewirausahaan ini.

Penulis : D. Sukowiradi.

Berita Terkait

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Berita Terkait

Senin, 10 Juni 2024 - 11:47

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Desember 2023 - 08:11

Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Jumat, 1 Desember 2023 - 08:54

Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Jun 2024 - 11:47

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Senin, 10 Jun 2024 - 10:48