Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Menolak Pindah Ke Dalam Area Pasar

- Team

Kamis, 25 Oktober 2018 - 13:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Sekitar 200 orang Pedagang kaki lima (PKL) sekitar Pasar Kita Bojonegoro, dikumpulkan di pendopo Pemkab Bojonegoro, Kamis (25/10).

Para pedagang yang biasanya mangkal dan menjajakan dagangannya di sepanjang pinggir jalan depan Pasar Bojonegoro itu mendapatkan sosialisasi ketertiban dan kebersihan di lingkungan Pasar Kota Bojonegoro dari Dinas Perdagangan dan Satpol PP, di Pendopo Pemkab Bojonegoro.

Kepada pedagang, Sekretaris Dinas Perhubungan Karjono mengatakan badan jalan dan bahu jalan, rotoar yang digunakan untuk jualan itu tidak boleh atau larangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena akan mengganggu fungsi jalan, badan jalan dan trotoar. Fungsi jalan lanjut Karjono, supaya lalu lintas jalan lancar, tidak terjadi kemacetan dan keselamaran pengguna jalan terjamin.

Baca Juga :  PT. ADS Serahkan Bansos Sembako Pada Pasien Isoman di 28 Kecamatan Kab. Bojonegoro

Menanggapi kesemrawutan pedagang depan pasar Bojonegoro, Kasatpol PP Bojonegoro, Gunawan, menjelaskan Satpol PP hanya ingin melaksanakan tugasnya dengan sebaik baiknya.

Para pedagang diminta untuk masuk kedalam pasar dan sudah disiapkan fasilitasnya. sedangkan jalan wilayah pasar digunakan sebagaimana fungsinya.

Ia berharap pedagang mematatuhi peraturan pemerintah yang akan diarahkan bergeser untuk berjualan menempati halaman parkir pasar solusinya, dan sudah disiapkan 600 kapling dengan fasilitasnya.

“Mari kembalikan jalan di lingkungan pasar sesuai peruntukannya ” tegasnya .

Masih menurut Gunawan Satpol PP tugasnya yakni menegakkan Perda penyelenggaraan Trantibkum dan perlindungan masyarakat.

Baca Juga :  BPBD Minta Masyarakat Kenali Daerah Rawan Bencana

Penertiban PKL depan Pasar Kota direncanakan tanggal 6 Nopember 2018. Dan pada saat itu diharapkan pedagang yang sekarang ini masih berdagang di depan pasar dan menempati bahu jalan sudah bergeser kedalam pasar Bojonegoro.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Kaki lima Mukayan, menolak rencana penertiban pedagang Kaki lima yang berjualan di area bahu jalan Pasar yang akan digeser masuk di dalam area Pasar.

“Kami menolak dengan rencana tersebut. Terus kami makan apa kalau jualan tidak boleh, wong parkir saja boleh,” ujar Mukayan saat pertemuan dengan pihak Pemkab Bojonegoro.

Baca Juga :  Pilkades Serentak 2019 : Februari Atau Juli ?

Sikap mokong dan menolak penertiban pedagang depan pasar inipun saat dikonfirmasikan ke warga pengguna jalan sekitar Pasar mendapat kecaman keras.

Seharusnya pedagang-pedagang itu berterimakasih pada Pemkab Bojonegoro yang masih punya kebijakan memindahkan mereka ke dalam (pagar). Sudah sewajarnya Pemkab menata agar tidak semrawut, mengganggu jalan dan menimbulkan kemacetan. Toh keberadaan berjualan mereka masih terlihat oleh pembeli.

“Jangan berpikir untuk keuntungan diri sendiri sementara pengguna jalan yang dirugikan. Kalau para pedagang itu mokong nggak mau dipindahkan, ya tegakkan Perda secara utuh. Karena mereka telah melawan hukum,” ujar Slamet, warga Desa Sukorejo, Bojonegoro.

(dan)

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Bebani Masyarakat, Sarbumusi Bojonegoro Tolak Tapera
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS