Ngopi Bareng FKUB, MUI, dan Kapolres Tuban Sepakat Ciptakan Situasi Aman Kondusif

- Team

Kamis, 25 Oktober 2018 - 14:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN. Netpitu.com – Kepolisian Polres Tuban berusaha merajut jalinan menjalin saling bersilaturahmi guna mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif di Bumi Wali.

“Ibarat gayung sambut dengan tokoh-tokoh yang tergabung dalam FKUB dan MUI Kabupaten Tuban kami ajak serta mengajak untuk meredam situasi agar tetap kondusif terkait pembakaran bendera di Garut – Jawa Barat yang belum lama ini,” papar AKBP Nanang Haryono, S.H., S.I.K., M.Si., saat dikutip netpitu.com di acara NGOPI (Ngobrol Pintar) bersama FKUB dan MUI Kab.Tuban, Rabu. (24/10).

Kapolres Tuba dalam melaksanakan giat tersebut dalam rangka ingin mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif di Bumi Wali  di salah satu Resto Tuban bersama Wakapolres Tuban, Kompol Teguh Priyo Wasono, S.I.K.; dan PJU Polres Tuban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir pula di acara tersebut antaranya ; Ketua FKUB Kab. Tuban, KH.Masduki; Ketua PP Muhamadiyah, KH.Nurul Yakin, S.H.; Ketua MUI yang diwakili H.Taufiq; Ketua Hidayatullah, Abdullah Basyir; Ketua IKADI Fauzi Prayitno dan PCNU Kabupaten. Tuban. Tampak pula para Pemuda Muhamadiyah

Baca Juga :  Terkait Penggantian Kios Pupuk, Camat Minta Petani Siapkan Kios Berbadan Hukum

“Alhamdulilah kita kali ini sangat menyenangkan dapat menghadiri kegiatan NGOPI (Ngobrol Pintar ) bersama FKUB dan MUI Kabupaten Tuban dalam rangka Mewujudkan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif di Kab. Tuban,” ucapnya.

Terkait mengenai kejadian di Jawa Barat Di Kecamatan Limbangan. Kabupaten Garut Nanang Haryono menyatakan bahwa Polri telah melakukan penyidikan dan yakin bahwa yang di bakar itu bukan lafazd tauhid melainkan bendera HTI  karena melanggar aturan yang sebelumnya sudah di tentukan.

“Semoga kejadisn di Kabupaten Garut tidak akan terjadi di Tuban. Harapan saya masyarakat Bumi Wali agar tidak mudah terprovokasi oleh kejadian tersebut dan tetap aman kondusif,” ungkapnya.

KH. Taufikurrahman Pengurus MUI juga sangat yakin dengan kinerja polisi Tuban bahwa di Tuban ini sangat banyak peredaran miras. Namun Polres Tuban telah berhasil menumpas dan terakhir kurang lebih 10.000 liter, ini prestasi yang luar biasa.

Baca Juga :  Digugat Karyawan, Inilah Putusan Pengadilan Niaga Surabaya Soal GDK Bojonegoro

“Saya berharap kepada Polisi Bumi Wali untuk karaoke yang belum memiliki izin mohon di tertibkan dan agar difungsikan sesuai izin,” katanya.

Berhubungan dengan masalah pembakaran bendera, mari kita meredam suasana jangan sampai memanas manasi, kita ciptakan suasana yang kondusif.

Hal senada juga dissmpaukan H.Masduki, Ketua FKUB Tuban bahwa FKUB merupakan organisasi yang terdiri dari beberapa agama dan FKUB ini bertujuan untuk merukunkan antar umat beragama.

“Alhamdulilah dan saya acungi jempol kalau Polres Tuban mampu menjaga Kondusifitas keamanan di Kabupaten Tuban,” katanya.

Selain terkait persoalan pembakaran bendera di Jawa Barat, PP muhammadiah Kabupaten Tuban juga mewanti wanti bahwa selain tugas sehari-hari yang sekarang ini telah berhasil menangkap pelaku pencurian dan berbagai kejahatan di Tuban masih ada tugas yang sudah di depan mata soal agenda politik di tahun 2018/2019.

Baca Juga :  Warga Sumberarum Geger Penemuan Bayi Baru Lahir

“Semoga Kepolisian Tuban selalu di berikan kekuatan memerangi kejahatan, mengingat adanya agenda politik 2018 / 2019 ” Kata KH.Nurul Yakin, S.H.;

Terkait persoalan di garut dia menyimpulksn telah menyamakan persepsi untuk menjaga kondusifitas.

Pemuda Muhammadiyah yang hadir saat itu juga ikut menyampaikan kalau polemik kejadian yang ada di Garut tersebut dirasa bahwa disini ada pihak pihak yang melakukan pembenaran ada juga yang menyangkal dan kita harus bersepakat dan menyerahkan kepada Polri, untuk menjaga suasana agar tetap kondusif.

KH. Fauzi Perwakilan dari IKADI menambahkan bahwasannya para tokoh agama di Tuban sangat sering berinteraksi kepada anak anak muda dan turut memperhatikan serta memberi pembelajaran anak remaja agar tidak terprovokasi.

“Semoga tidak ada gesekan antar umat beragama,” tanggapnya.

(met)

Berita Terkait

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Berita Terbaru

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

408 Kades nek Bojonegoro Masa Jabatane Ditambahi 2 Taun

Senin, 10 Jun 2024 - 11:47

POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Senin, 10 Jun 2024 - 10:48