oleh

Festival Geopark Garing dan Sepi Pengunjung

BOJONEGORO. Netpitu.com – Langit cerah malam ini nampak bersahabat mengiringi gelaran Festival Geopark yang digelar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, di Kahyangan api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu, (24/11).

Festival wisata alam yang menyuguhkan hiburan dengan artis penyanyi, Jaduk Feriyanto, Regina Ivanova (Indonesia idol), itu dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Drs. Budi Irawanto, M.Pd.

Meski bertajuk Festival Geopark, yang berarti wisata alam namun tidak banyak potensi wisata alam yang ditawarkan dalam festival tersebut. Hingga isinya terkesan ” garing “.

Begitupun dengan minimnya pengunjung undangan saat pembukaan festival. Dari sekitar 700 kursi undangan yang telah disediakan, separuhnya kosong.

Baca Juga :  PPKM, Sepi Pertokoan Tutup Lebih Awal

Apakah ini karena penempatan Festival Geopark yang jaeaknya lumayan jauh, sekitar 25 kilometer dari pusat kota dengan penerangan jalan yang tidak memadai.

Dan juga kurangnya penanda penyelenggaraan festival di dalam Kawasan Wisata Kayangan Api, yang tidak ada tanda-tanda tentang kemeriahan Festival ini, kecuali umbul-umbul.

Festival berkonsep alam ini menyuguhkan seni kearifan lokal yang dipadukan dengan Cagar Budaya disekitar, salah satunya Kayangan Api. Tidak lain tujuannya hanya untuk mengangkat kearifan lokal yang ada agar bisa di berdayakan dalam naungan Kementerian Pariwisata Indonesia.

Baca Juga :  "Realfood" Supleman Yang Bisa Bantu Kesembuhan Pasien Covid-19 Lebih Cepat

Sponsor utama pada acara ini yaitu “Exxon Mobile” yang turut andil memerankan tanggung jawabnya sebagai perusahaan terbesar di Kabupaten Bojonegoro. Tidak luput juga peran pemerintah dalam mendorong kearifan lokal agar lebih dikenal Dunia.

Suasana di tengah hutan pada malam hari menjadikan Festival ini mempunyai kesan tersendiri. Tapi sayang, ekspetasi pengunjung yang datang tidak terpenuhi karena garingnya isi di dalam festival yang konon kabarnya berharga sekitar Rp. 300 juta.

Kinerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro, sebagai Satker pelaksana patut dipertanyakan. Lantaran festival yang diharapkan mampu menggugah minat masyarakat untuk datang ke lokasi Taman Wisata Kahyangan Api, ternyata hanya dihadiri undangan resmi panitia. Itupun jumlahnya hanya separuh yang hadir.

Baca Juga :  Jaring Bibit Atlet, Dinas Pendidikan Bojonegoro Gelar KOSN Tingkat SD Dan SMP

Lantas apa tang hendak ditawarkan Disparbud dalam festival, mau jualan wisata Kahyangan api, atau hanya sekedar membuang-buang anggaran untuk bersenang-senang mendengarkan artis menyanyi.

Apa keuntungan yang diperoleh Pemerintah Kabupaten dan rakyat Bojonegoro dari penyelenggaraan festival ini. Tentunya Disbudpar melalui kepala dinasnya harus menjelaskan kepada rakyat Bojonegoro.

(Ulv/ro)