Festival Geopark Garing dan Sepi Pengunjung

- Team

Minggu, 25 November 2018 - 09:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Geopark di Taman Wisata Kahyangan Api, Sabtu, 24/11/ 2018.

Festival Geopark di Taman Wisata Kahyangan Api, Sabtu, 24/11/ 2018.

BOJONEGORO. Netpitu.com – Langit cerah malam ini nampak bersahabat mengiringi gelaran Festival Geopark yang digelar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, di Kahyangan api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu, (24/11).

Festival wisata alam yang menyuguhkan hiburan dengan artis penyanyi, Jaduk Feriyanto, Regina Ivanova (Indonesia idol), itu dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Drs. Budi Irawanto, M.Pd.

Meski bertajuk Festival Geopark, yang berarti wisata alam namun tidak banyak potensi wisata alam yang ditawarkan dalam festival tersebut. Hingga isinya terkesan ” garing “.

Begitupun dengan minimnya pengunjung undangan saat pembukaan festival. Dari sekitar 700 kursi undangan yang telah disediakan, separuhnya kosong.

Apakah ini karena penempatan Festival Geopark yang jaeaknya lumayan jauh, sekitar 25 kilometer dari pusat kota dengan penerangan jalan yang tidak memadai.

Dan juga kurangnya penanda penyelenggaraan festival di dalam Kawasan Wisata Kayangan Api, yang tidak ada tanda-tanda tentang kemeriahan Festival ini, kecuali umbul-umbul.

Festival berkonsep alam ini menyuguhkan seni kearifan lokal yang dipadukan dengan Cagar Budaya disekitar, salah satunya Kayangan Api. Tidak lain tujuannya hanya untuk mengangkat kearifan lokal yang ada agar bisa di berdayakan dalam naungan Kementerian Pariwisata Indonesia.

Baca Juga :  Peringati Hari Antikorupsi Kejaksaan Gelar 3 Lomba

Sponsor utama pada acara ini yaitu “Exxon Mobile” yang turut andil memerankan tanggung jawabnya sebagai perusahaan terbesar di Kabupaten Bojonegoro. Tidak luput juga peran pemerintah dalam mendorong kearifan lokal agar lebih dikenal Dunia.

Suasana di tengah hutan pada malam hari menjadikan Festival ini mempunyai kesan tersendiri. Tapi sayang, ekspetasi pengunjung yang datang tidak terpenuhi karena garingnya isi di dalam festival yang konon kabarnya berharga sekitar Rp. 300 juta.

Baca Juga :  Menaruh Harapan Pada Presiden Jokowi

Kinerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro, sebagai Satker pelaksana patut dipertanyakan. Lantaran festival yang diharapkan mampu menggugah minat masyarakat untuk datang ke lokasi Taman Wisata Kahyangan Api, ternyata hanya dihadiri undangan resmi panitia. Itupun jumlahnya hanya separuh yang hadir.

Lantas apa tang hendak ditawarkan Disparbud dalam festival, mau jualan wisata Kahyangan api, atau hanya sekedar membuang-buang anggaran untuk bersenang-senang mendengarkan artis menyanyi.

Apa keuntungan yang diperoleh Pemerintah Kabupaten dan rakyat Bojonegoro dari penyelenggaraan festival ini. Tentunya Disbudpar melalui kepala dinasnya harus menjelaskan kepada rakyat Bojonegoro.

(Ulv/ro)

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa