oleh

Anggota DPRD Bojonegoro Ini “Mewek” Di Depan Majelis Hakim

-BERITA-49 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Anggota Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bojonegoro, fraksi PKB, M. Rozi, mendadak menangis tersedu, saat membacakan pledoinya pada perkara kekerasan dalam rumah tangga, di Pengadilan negeri Bojonegoro, Selasa, (25/01/2022).

M. Rozi yang menjadi terdakwa dalam perkara KDRT tersebut mendadak menangis di hadapan majelis hakim PN Bojonegoro. Tentu saja perilaku ( menangis ) ini mengganggu jalannya persidangan yang sebelumnya sempat molor tersebut. Lalu majelis hakim pun menegur ulah M. Rozi yang menangis di tengah persidangan.

Setelah berdiam beberapa saat, M. Rozi kembali melanjutkan pembacaan pkedoinya. Namun isak tangisnya meledak lagi. Majelis hakim pun menghentikan persidangan. ” Sidang diskors 10 menit, dok.” kata Yusuf Ahmad, SH. MH, ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara KDRT tersebut sembari mengetukkan palu sidang.

M. Rozi, mengambil langkah keluar dari ruang sidang. Di samping ruang sidang M. Rozi berusaha mengendalikan tangisannya, air mata Rozi nampak mengucur dari kelopk matanya.

Baca Juga :  Diduga Lakukan Pungli NUPTK Dinas Pendidikan Bojonegoro Pecat 1 Pegawai

Saat dikonfirmasi netpitu.com kenapa M. Rozi menangis di persidangan, anggita DPRD Bojonegoro itu dengan lirih mengatakan ingat bapak dan ibunya.

“Semalam aku mimpi ketemu bapakku, saya sedih” jawab M. Rozi.

“Lantas kenapa menangis ?,” tanya netpitu lebih lanjut. Menjawab pertanyaan itu, M. Rozi menjelaskan, jika dulu kedua orang tuanya tidak merestui pernikahannya dengan Anik Susilowati. Tetapi M. Rozi nekat menikahi Anik Susilowati yang kemudian menjadi istrinya.

“Eh,…..sekarang kok begini jadinya,” kata Rozi.

Dengan demikian dipastikan M. Rozi menangis bukan lantaran pledoi yang ia bacakan atau perkara yang tengah dihadapinya tapi karena terbayang ingat kedua orang tuanya yang sudah meninggal.

Sesaat setelah Rozi merasa tenang, maka ia pun melangkah kembali menuju kursi terdakwa yang telah disediakan pengadilan. M. Rozi pun melanjutkan pembacaan pledoinya hingga selesai.

Baca Juga :  Sidang Praperadilan SP2Lid Pencemaran Nama Baik Wabup Hadirkan Saksi Ahli Pidana

Dalam pledoinya M. Rozi meminta majelis hakim menjadikan fakta persidangan yang diungkapkan saksi sebagai pertimbangan dalam menjatuhkan keputusan hukuman.

Menanggapi pledoi M. Rozi, Jaksa Penuntut Umum, Dekri Wahyudi, kepada majelis hakim menyatakan akan mengajukan replik sebagai tanggapan pledoi M. Rozi.

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan negeri Bojonegoro, Dekri Wahyudi, menuntut hukuman 3 bulan penjara atas perbuaran M. Rozinyang diduga telah melakukan tindak kejerasan dalam rumah tangga terhadap isterinya, Anik Susilowati.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa di Pengadilan negeri Bojonegoro menguatkan dugaan telah terjadinya peristiwa kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh M. Rozi, pada 20 September 2020 lalu,” kata Dekri membacakan tuntutannya.

Menurut JPU perbuatan terdakwa melanggar UU No 23 Tahun 2004 Pasal 44 ayat 4 tentang Penghapusan KDRT.

Baca Juga :  523 Catinbareng di Malem Songo

Terpisah, menanggapi tindakan M. Rozi yang menangis di depan persidangan ini, isteri Rozi, Anik Susilowati, mengatakan bahwa menangis itu senjata M. Rozi agar majelis hakim ” melas ” atau kasihan kepada M. Rozi.

” Itu biasa dilakukan M. Rozi agar ia dikasihani. Jika tidak percaya, ini saya ounya rekamannya saat dia ( M. Rozi ) minta maaf kepada saya,” ucap Anik Susilowati, sambil memutar rekaman yang diduga suara M. Rozi saat menangis di hadapan Anik Susilowati.

“Kami ( Anik dan anak-anaknya, red ) sudah hafal,” tambah Anik Susilowati, isteri Rozi yang kini tengah digugat cerai oleh M. Rozi di Pengadilan Agama Bojonegoro.

Sebagai korban KDRT Anik Susilowati meminta keadilan kepada majelis hakim, agar majelus hakim Pengadilan negeti Bojonegoro menjatuhkan hukuman maksimal kepada M. Rozi.

(to)