oleh

Inilah Tiga Alasan Kenapa Dinas PU Tak Berani Putus Kontrak Proyek Jembatan Trucuk

BOJONEGORO. Netpitu.com – Teka-teki tidak diputusnya kontrak proyek jembatan Trucuk, senilai Rp. 59,6 Milyar, yang dijerjakan oleh PT. Bintang Sembilan Indah, terjawab sudah.

Dari wawancara wartawan netpitu.com dengan Kepala Dinas PU Bina Marga dan PR, Bojonegoro, Ir. Andik Tjandra, Kamis, (22/2) di ruang kerjanya, setidaknya ada tiga alasan kenapa Dinas PU tidak melakukan pemutusan kontrak atas proyek jembatan Trucuk yang telah melampui masa akhir kontraknya, namun pekerjaan proyeknya belum juga selesai.

Inilah Tiga alasan tersebut:

Pertama, Dinas PU Bina Marga dan PR, masih yakin kontraktor penyedia jasa bisa menyelesaikan proyek jembatan Trucuk.

Kedua, Dinas PU Bina Marga dan PR, takut jika pemutusan kontraknya terhadap proyek jembatan Trucuk tersebut nantinya dibawa ke arbitrase atau pengadilan niaga/ usaha, oleh kontraktor penyedia jasa kontruksi dan Dinas PU mengalami kekalahan gugatan.

Jika dalam gugatan sengketa di Pengadilan, Dinas PU kalah, dikawatirkan Dinas PU Bina Marga dan PR, harus mengembalikan uang yang telah dikeluarkan oleh kontraktor untuk pengerjaan proyek jembatan Trucuk, atau membayar uang proyek sesuai putusan pengadilan.

Bahkan Kepala Dinas PU Bina Marga dan PR Bojonegoro, berpendapat jika PU kalah gugatan di pengadilan maka kasusnya akan sama, seperti kasus pupuk.

Ketiga, menganggap kasus jembatan Trucuk ini sebagai kasus khusus, karenanya Dinas PU Bina Marga dan PR, perlu melakukan konsultasi ke LKPP ( Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah ). Untuk meminta pendapat kasus ini dalam ranah apa.

Selain ketiga alasan tersebut, Dinas PU juga mempertimbangkan adanya informasi barang berupa kawat seling yang merupakan komponen jembatan, baru datang dari Shang, China, dan kapal pembawa barang (22/2) tengah merapat di perairan Jakarta.

Sebelumnya dibetitakan, meski telah dibetikan kesempatan 50 hari pasca berakhirnya waktu kobtrak proyek jembatan Trucuk. Faktanya, dalam bebera hari terakhir tidak ada kegiatan pekerjaan proyek, yang sekarang ini fokus pada pemasangan kerangka jembatan.

Atas kondisi tersebut proyek jembatan Trucuk yang dikerjakan oleh PT. Bintang Sembilan Indah dan didanai dengan APBD Bojonegoro senilai Rp. 59,6 milyar ini terancam macet.

(dan)