oleh

Tiga Lembaga Survey Rilis Hasil Survey, Jokowi Maruf Unggul 20 Persen

JAKARTA. Netpitu.com – Tiga lembaga survey, Vox Populi Research Centre, Jaringan Suara Indonesia (JSI) dan Charta Politica, Senin (25/3/2019), merilis hasil survey elektabilitas Capres Cawapres pada Maret 2019. Hasilnya eletabilitas pasangan Jokowi Maruf unggul sekitar 20 persen atas pasangan Prabowo Sandiaga.

Dari hasil Survei Vox Populi Research Center yang dilakukan pada 5 – 15 Maret 2019, menujukkan selisih elektabilitas terbaru pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul jauh dari lawannya prabowo dengan selisih 20,5 persen.

Pada survey Vox Populi Research Centre elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 54,1 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 33,6 persen.

Survei Vox Populi tersebut juga menyebutkan tingginya elektabilitas Jokowi disebabkan karena publik merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi yaitu sebesar 71,3 persen dan sebanyak 28,7 persen tidak puas.

Survei tersebut dilakukan Vox Populi Research Center pada periode 5-15 Maret 2019 dengan “margin of error” survei sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei itu menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat mewakili 34 provinsi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.

Sementara itu, hasil survey Jaringan Suara Indonesia (JSI) menunjukkan adanya kenaikan elektabilitas pada pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf, yang naik sekitar 0,8 persen dibanding hasil surver sebelumnya pasa Oktober 2018.

Sebalikya pada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno elektabilitas menurun 4,7 persen dari hasil survey Oktober 2018 sebesar 30,8 menjadi 26,1 persen pada Maret 2019.

“Di bulan Maret, pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin sebesar 55,6 persen, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebesar 26,1 persen. Kemudian, tidak menjawab atau rahasia sebanyak 10,6 persen dan tidak tahu atau belum memutuskan 7,8 persen,” kata Direktur Eksekutif JSI Fajar S Tamin dalam konferensi pers di Hotel Mercure Sabang, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019).

Survei dilakukan pada 3-8 Maret 2019, memakai teknik multistage random sampling dengan jumlah responden awal 1.220. Survei itu dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan kuesioner. Margin of error dalam survei ini 2,9 persen dengan kepercayaan 95 persen. 

Fajar juga memaparkan, tiap pasangan capres-cawapres memiliki strong supporteratau pendukung loyal. Jokowi-Ma’ruf sebanyak 51,3 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga sebanyak 24, persen.

“Ada kemungkinan berubah sebesar 6,3 persen, lalu tidak menjawab atau rahasia sebesar 10,6 persen, dan tidak tahu atau belum memutuskan 7,8 persen,” sebutnya.

Fajar juga menjelaskan, para responden memiliki sejumlah alasan dalam memilih pasangan capres-cawapres tersebut. Berdasarkan survei, kebanyakan responden memilih karena kepribadian capres-cawapres.

“Berdasarkan kepribadian capres-cawapres 38,3 persen. Kemampuan dari capres-cawapres dalam memecahkan masalah di Indonesia 23,3 persen. Isu yang diangkat oleh capres-cawapres bisa menjawab persoalan di Indonesia saat ini 9,9 persen. Pengalaman dari capres-cawapres dalam pemerintahan 8,2 persen,” ungkapnya.

Selain Vox Populi Research Centre dan JSI, lembaga survey Charta Politika juga mengeluarkan hasil survei terbarunya soal Pilpres 2019. Hasil survei menunjukkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dengan selisih elektabilitas 18,2 persen.

“Pada pengujian tingkat elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin dipilih oleh 53,6 % mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 35,4 %,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya di kantor Charta Politika, Jalan Cisanggiri III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).

Hasil survey berdasar pemetaan wilayah, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul hampir di semua wilayah, kecuali Sumatera.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin masih tetap menguasai Pulau Jawa dan Jogyakarta dengan perolehan suara sebanyak 68 persen.

Direktur Eksekutif Charta Polika Yunarto Wijaya menjelaskan dalam survei, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh suara 48,3 persen di Sumatera, sementara Jokowi-Ma’ruf Amin hanya mendapat 43,3 persen suara.

“Kekuatan terbesar Prabowo itu ada di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan. Kalau daerah tempur ada di Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung,” kata Yunarto Wijaya di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).

(*/ams)