Sekitar 1.253 Koperasi di Bojonegoro Dinyatakan Mati Suri

- Tim

Kamis, 26 Juli 2018 - 05:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Sekitar 1.253 lembaga koperasi di Bojonegoro mati suri. Tidak jelas apa yang menjadi penyebab bobroknya 1.253 lembaga koperasi tersebut.

Menurut Wawan Ssetyawan, Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro, dari 2.502 lembaga koperasi yang ada di Bojonegoro, 1.253 diantaranya tidak melaporkan rapat anggota tahunan.

”Dikategorikan tidak aktif, dikarenakan tidak melaporkan rapat anggota tahunan,” kata Wawan Setiawan, Rabu (25/7) di kantor Dinas Koperasi dan UKM, Bojonegoro.

Buruknya perkembangan perkoperasian di Bojonegoro ini juga ditandai dengan banyaknya lembaga perekonomian rakyat yang berazas gotong royong itu membubarkan diri.

Dikatakan Wawan, hingga 2016 lalu data yang tercatat di Dinas Koperasi Bojonegoro, sudah ada 66 koperasi yang bubar.

Dari pemantauan selama dua tahun terakhir, kata Wawan, terdapat satu koperasi di Kedewan yang berencana membubarkan diri.

Baca Juga :  Dampak Covid-19 Bikin Anjlok Pendapatan Pedagang Lontong Lodeh

“Belum lama  ini ada koperasi serba usaha di Kecamatan Kedewan, yang dalam rencana pembubaran,” jelasnya.

Beberapa faktor penyebab koperasi bubar ataupun mati suri diantaranya mengalami kebangkrutan, kehabisan modal atau pengurusnya tidak mampu mengelola koperasi.

Salah satu contoh, bubarnya Koperasi Unit Desa (KUD) Margomulyo, Kecamatan Balen, Bojonegoro, yang menurut Kepala Desa Margomulyo, Nadif Ulfa, dikarenakan ketidakmampuan pengurus mengelola management koperasi.

Terpisah Ketua KUD Kapas Bojonegoro, Ruslan, mengakui koperasinya belum bubar. Namun kondisinya sangat memprihatinkan, usaha yang dulunya sangat membantu warga. Saat ini hanya menarik pembayaran rekening listrik saja.

Baca Juga :  Pj. Bupati Bojonegoro Diangkat Jadi Komisaris Utama PT. BPR Jatim

”Semestinya pemerintah peduli dengan koperasi di desa,” katanya.

Dia menegaskan Dinkopum Bojonegoro sangat tidak memperhatikan nasib koperasi. Seharusnya berusaha melakukan pembinaan khususnya memberikan pelatihan pengelolaan modal koperasi hingga pemasaran.

”Apalagi bicara modal, kami ini sudah tidak direspon. Termasuk oleh perbankan,” tegasnya.

 

(pur)

Berita Terkait

David FS : Entas Kemiskinan, Garpu Jatim Akan Launching 1.000 Warung UMKM
Sandiaga Uno Bicarakan Industri Kreatif di Bojonegoro
Wujudkan Kesejahteraan Rakyat Golkar Lounching Kios Baqoel Karya Berkah
Peringati Hari Koperasi Dekopinda Bojonegoro Salurkan Sembako dan Daging Kurban
Peran BumDes Dalam Peningkatan Perekonomian Rakyat
PT.Rekind Belum Selesaikan Pembayaran Pada Vendor Penyedia Makanan dan Minuman
Zakat Fitrah Tahun Ini Ditentukan Sebesar 3 Kg Beras
Dorry Sonata Tawarkan Solusi Pengusaha Manufaktur Di Tengah Pandemi Covid 1

Berita Terkait

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:09

Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:00

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 9 Maret 2024 - 21:31

Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Senin, 4 Desember 2023 - 08:11

Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa

Jumat, 1 Desember 2023 - 08:54

Jum’at Hari Ini Bawaslu Gelar Sidang Pelanggaran Administrasi Pelaporan Anwar Sholeh

Berita Terbaru

GOODNEWS

Komunitas IRL Jatim Bagikan Takjil di Bojonegoro

Minggu, 31 Mar 2024 - 12:29

BERITA

Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat

Sabtu, 23 Mar 2024 - 14:00