Fraksi Menduga Ada Korupsi di Pelaksanaan Rehab Gedung SDN 4 Ngumpakdalem

- Team

Selasa, 26 September 2017 - 07:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Front Rakyat Antikorupsi (Fraksi) menduga ada korupsi dalam pelaksanaan pembangunan rehab gedung SDN 4 Ngumpak dalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro, yang roboh lantaran diterjang angin puting beliung.

Menurut koordinator Front Rakyat Antikorupsi, Edy Kuntjoro, indikasi korupsi pada pelaksanaan rehab gedung SDN Ngumpakdalem 4 itu terlihat jelas dari pernyataan Kepala bidang Pendidikan dasar TK/SD, Dinas Pendidikan Bojonegoro, Chumedi, kepada wartawan yang disampaikan saat melayani konfirmasi di kantornya, Selasa (26/9).

Pernyataan Kabid TK/SD itu sangat gamblang menyebut ada ketidaksesuaian fisik kontruksi bangunan yang tidak sesuai dengan speksifikasi bahan proyek yang telah ditentukan dalam RAB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti, fisik besi pada balok kuda-kuda bangunan menggunakan besi diameter 10 mm padahal dalam RAB semestinya menggunakan besi berdiameter 11,7 mm dan isi kolom beton yang seharusnya diisi 6 batang besi tapi ternyata fisik kolom beton hanya diisi 4 batang besi. Juga kording atap bangunan yang mestinya dalam RAB menggunakan besi kanal C tapi diganti gavalum.

Selain itu juga penyataan komite sekolah, Marsam, yang menyatakan bahwa anggaran pembangunan rehab gedung sekolah Rp 142 juta yang bersumber dari DAK pendidikan 2016 tersebut semestinya dipergunakan untuk rehab 3 gedung tapi hingga sekarang baru selesai satu gedung.

Baca Juga :  Komisi C Kunjungi Korban Dugaan Malapraktik RSUD Sosodoro Djatikoesoemo

“Ini aneh, laporan pertanggung-jawaban penggunaan anggaran kan sudah disampaikan ke Diknas, kok pekerjaannya belum tuntas. Berarti LPJ-nya diduga juga fiktif lantaran pelaksanaan pekerjaan rehab seharusnya sudah selesai tuntas pertengahan Desember 2016,” ujar Edy Kuntjoro.

BACA JUGA
SD Ngumpakdalem Roboh Karena Tidak Sesuai RAB

Ia berharap pihak penegak hukum segera menindak lanjuti perkara gedung roboh ini, karena jelas-jelas ada pelanggaran hukum pidana korupsi yang dimungkinkan menjadi penyebab robohnya gedung yang baru dibangun sekitar 9 bulan lalu.

“Toh masa pemelharaannya sudah berakhir,” tambahnya.

Penegak hukum baik polisi maupun kejaksaan harus mengusut tuntas perkara robohnya gedung sekolah ini. Baik melakukan pengusutan pada pihak panitia pelaksana pembangunan, kepala sekolah maupun pihak konsultan pengawas.

Menurut koordinator Fraksi, selain panitia pelaksana, konsultan pengawas adalah pihak pertama yang paling bertanggung jawab perihal tidak sesuainya spek yang digunakan dalam pembangunan gedung itu. Lantaran konsultan pengawas telah dikontrak untuk pekerjaan pengawasan pelaksanaan proyek rehab gedung SDN 4 Ngumpakdalem.

“Kalau konsultan pengawasnya bekerja dengan benar tentunya tak akan terjadi penyimpangan spek. Karena output kinerja konsultan pengawas tersebut adalah menjamin kualitas proyek sesuai dengan RAB yang telah ditentukan. Jadi kalau terjadi penyimpangan spek bahan bangunan maka konsultan pengawas harus berani mempertanggungjawabkannya,” kata Edy.

Baca Juga :  Tiga Kios Pasar Blimbing Gede Ngraho Ludes Dilalap Api

Setiap barang yang dibeli oleh pihak panitia pelaksana pembangunan harus dicek fisiknya oleh konsultan pengawas dan memastikan barang yang dibeli dan akan dipergunakan sebagai ahan bangunan sudah sesuai spek yang tercantum dalam RAB. Baik volume fisik maupun standar ukurannya.

Koordinator Fraksi juga menduga telah terjadi penyimpangan spek pembuatan cor beton ( Semen, Pasir dan Batu Koral). Lantaran dari fisik balok beton yang ambruk, pasir cor beton yang seharus keras itu sebagian langsung ambyar lepas dari besi rangkaian balok beton.

Ia berharap aparat penegak hukum baik polisi maupun dari kejaksaan segera mengusut kasus tersebut dan tidak harus menunggu selesainya pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat. Lantaran proyek tersebut sudah diluar masa pemeliharaan dan bukti-bukti penympangan telah ada di lapangan.

“Harapan kami ada pengusutan lebih dalam apakah pihk konsultan pengawas tersebut juga melakukan pekerjaan pengawasan pada kegiatan yang sama di sekolah lain. Kan batas maksimalnya ada dalam ketentuan,” tandasnya.

Diberitakan gedung kantor SDN 4 Ngumpakdalem yang baru selesai dibangun Desember 2016 lalu sudah roboh karena diterjang angin puting beliung.

Menurut guru SDN Ngumpak dalem 4, Bekti Pertiwi, kronologi ambrunya gedung kantor SDN 4 Ngupakdalem, berawal dari sekitar pukul 15.00 Wib. Terjadi hujan lebat disertai angin kencang, tiba-tiba atap genteng gedung kantor berjatuhan. Satu jam kemudian (16.00) gedung kantor sekolah roboh total.

Baca Juga :  Siswa SMKN Rengel Ciptakan Fulpen Pendeteksi Narkoba

Sementara itu, Komite Sekolah, Marsyam diperoleh keterangan dari Komite Sekolah, Marsam, bahwa bahwa bangunan kantor SDN Ngumpakdalem ini menggunakan dana dari APBD tahun 2016 yang bersumber dari DAK Pendidikan, dengan nilai anggaran Rp. 142 juta.

Sesuai rencana dana Rp. 142 juta itu diperuntukkan rehab 3 lokal gedung sekolah namun baru selesai satu gedung kantor.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan dasar TK/SD, Dinas Pendidikan Bojonegoro, Chumedi, mengatakan ambruknya SDN 4 Ngumpakdalem, Dander, karena ada kesalahan kontruksi dalam pelaksanaan pembangunan gedung kantor SDN Ngumpakdalem 4, Kecamatan Dander, Bojonegoro.

Pada balok beton kuda-kuda yang semestinya diisi 6 batang besi hanya diisi 4 batang besi. Begitupula dengan ukuran besi balok kuda-kuda yang seharusnya sesuai RAB menggunakan besi ukuran 11,7 mm tetapi digunakan besi ukuran 10 mm.

“Ada perbedaan dalam RAB, balok kuda-kudanya itu jumlah besinya 6 tapi diisi 4, terus diameter besi mestinya 11,7 mm ternyata 10 mm. Terus kording itu mestinya kanal C diganti gavalum jadi kekuatannya berkurang,” terang Chumedi, di kantornya, Dinas Pendidikan Bojonegoro, Selasa (26/9).

(Dan/Pur)

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Job Fair SMKN 1 Bojonegoro Sukses Jaring 1.217 Orang Pelamar Kerja
Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro
Diikuti 44 Didu dan PT, SMKN 1 Bojonegoro Mulai 11 – 13 Juni Gelar Job Fair Untuk Umum
Bebani Masyarakat, Sarbumusi Bojonegoro Tolak Tapera
Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh
Satu Jiwa Tolak Korupsi, Roadshow PMK ke 66 di Bojonegoro
Mantan Camat Padangan Kembali Dihadirkan di Persidangan Dugaan Korupsi BKKD

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 12:32

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03