oleh

Gedung SDN 4 Ngumpakdalem Roboh Karena Kontruksi Tak Sesuai Spek RAB

BOJONEGORO. Netpitu.com – Kepala Bidang Pendidikan dasar TK/SD, Dinas Pendidikan Bojonegoro, Chumedi, mengatakan ambruknya SDN 4 Ngumpakdalem, Dander, karena ada kesalahan kontruksi dalam pelaksanaan pembangunan gedung kantor SDN Ngumpakdalem 4, Kecamatan Dander, Bojonegoro.

Pada balok beton kuda-kuda yang semestinya diisi 6 batang besi hanya diisi 4 batang besi. Begitupula dengan ukuran besi balok kuda-kuda yang seharusnya sesuai RAB menggunakan besi ukuran 11,7 mm tetapi digunakan besi ukuran 10 mm.

“Ada perbedaan dalam RAB, balok kuda-kudanya itu jumlah besinya 6 tapi diisi 4, terus diameter besi mestinya 11,7 mm ternyata 10 mm. Terus kording itu mestinya kanal C diganti gavalum jadi kekuatannya berkurang,” terang Chumedi, di kantornya, Dinas Pendidikan Bojonegoro, Selasa (26/9).

Oleh karena itu kesalahan kontruksi, teknis ada di panitia pelaksana maka itu tanggung jawab panitia pelaksana untuk membangun kembali.

Menurut Chumedi, Kepala sekolah dan panitia pelaksana sanggup membangun kembali. Dengan jaminan pelaksanaan pembangunannya itu nanti dikawal betul oleh konsultan. Sedangkan pembangunan kembali gedung itu akan dilakukan setelah selesainya pemeriksaan dari Inspektorat.

“Target kami satu bulan sudah dibangun kembali,” tandas Chumedi.

Diberitakan gedung kantor SDN 4 Ngumpakdalem yang baru selesai dibangun Desember 2016 lalu sudah roboh karena diterjang angin puting beliung.

Menurut guru SDN Ngumpak dalem 4, Bekti Pertiwi, kronologi ambrunya gedung kantor SDN 4 Ngupakdalem, berawal dari sekitar pukul 15.00 Wib. Terjadi hujan lebat disertai angin kencang, tiba-tiba atap genteng gedung kantor berjatuhan. Satu jam kemudian (16.00) gedung kantor sekolah roboh total.

Sementara itu, Komite Sekolah, Marsyam diperoleh keterangan dari Komite Sekolah, Marsam, bahwa bahwa bangunan kantor SDN Ngumpakdalem ini menggunakan dana dari APBD tahun 2016 yang bersumber dari DAK Pendidikan, dengan nilai anggaran Rp. 142 juta.

Sesuai rencana dana Rp. 142 juta itu diperuntukkan rehab 3 lokal gedung sekolah namun baru selesai satu gedung kantor ini.

( Dan/Pur)