PD Muhammadiyah Bojonegoro Tidak Gerakan Massa Untuk Demo Pembakaran Bendera

- Team

Jumat, 26 Oktober 2018 - 22:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO. Netpitu.com – Ketua Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Bojonegoro menegaskan Muhammadiyah Bojonegoro tidak akan menggerakkan masyarakat untuk melakukan demo terkait pembakaran bendera di Kabupaten Garut.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua PD Muhammaditah, Suwito, saat mengikuti cangkrukan Polres Bojonegoro, di kantor FKUB Bojonegoro, Jumat (26/10).

Menurut Suwito, PP Muhammadiyah telah mengeluarkan pernyataan sikap untuk tidak melakukan demo terkait hal tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut dikatakan Suwito, masyarakat Muhammadiyah harus menjadi masyarakat Islam yang sebenarnya dan tidak menggunakan perbedaan untuk memperuncing perbedaan itu sendiri.

Baca Juga :  Sidang Dugaan Korupsi BKKD Padangan, Terdakwa Singgung Permintaan Dana 25 Persen Sampai 30 Persen dan 2,5 Persen Untuk Camat

Pada cangkrukan yang digelar Polres Bojonegoro, Jumat (26/10), Kapolres Bojinegoro, AKBP. Ary Fadli, membahas Isu-isu yang berkembang di masyarakat khususnya terkait pembakaran bendera di Garut telah ditangani oleh pihak berwenang.

Jadi, kata Kapolres, semua pihak harus dapat menyikapi dengan tenang terkait hal tersebut. Mahasiswa khususnya harus dapat memahami segala isu yang terjadi dan menyaring kebenaran informasi yang beredar di media.

Dipaparkan Kapolres, dalam kronologinya, sudah terdapat pengumuman sebelum pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri, agar peserta tidak membawa atribut apapun selain bendera merah putih.

Namun, terdapat pihak yang memanfaatkan hari santri di Garut dengan membawa bendera HTI dan berusaha mengibarkannya. Kemudian pihak keamanan terkait yakni Banser berupaya untuk mengamankan bendera tersebut dengan tujuan agar pelaku tidak dimassa oleh ribuan orang.

Baca Juga :  Raih Opini WTP 4 Kali Bojonegoro Dapat Penghargaan Dari Kemenkeu

“Pembakaran bendera tersebut dilakukan dengan niatan spontan untuk menjaga ketentraman masyarakat,” ujar Kapolres dalam cangkrukan.

Sementara itu, Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Arh Redinal Dewanto, mengatakan masyarakat perlu mencermati banyak hal terkait pembakaran bendera HTI. Dimana hal tersebut mungkin direkayasa oleh kelompok tertentu seperti LGBT dan korupsi yang tersebar melaui media online dan cetak.

Baca Juga :  Peringati Hari Statistik Nasional, BPS Lakukan Jalan Sehat

Menurut Redinal, pembakaran bendera di Kab. Garut digunakan dan digoreng oleh pihak tertentu untuk menciptakan ketidakstabilan di tengah masyarakat. Hal tersebut harus diantisipasi khususnya oleh masyarakat Muslim agar tidak terpecah dan terprovokasi di mana banyak pihak yang ingin Indonesia terpecah karena kekayaan alam dan SDM Indonesia yang besar.

Media sosial merupakan salah satu hal yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memecah belah masyakarat Indonesia. Generasi muda harus memiliki mental yang siap, tidak mudah emosi dalam menyikapi hal pemecah belah guna menjaga kepentingan orang banyak.

(red)

Berita Terkait

Idhul Adha, SMKN 1 Bojonegoro Potong 5 Ekor Sapi Qurban
Kemenag Bojonegoro Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Berjalan Normal
Kadal Ireng Bagikan 350 Takjil ke Masyarakat
Rayakan Annyversary ke 75, Persibo Dapat Hadiah Armada Bus Dari Sedulur Pitu
Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak
Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP
PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS
Menangkan Pemilu 2024 DPC PPP Masivkan Konsolidasi, Sosialisai ke Kader di Tingkat Kecamatan dan Desa