oleh

Laporan Pencemaran Nama Baik Wabup Harus Segera Dituntaskan, Jangan Seperti Kasus Data Otentik Yang Dilaporkan Anwar

-BERITA-31 views

BOJONEGORO. Netpitu.com – Ketua LSM Angling Dharmo, M. Nasir, meminta polisi segera selesaikan pengusutan kasus dugaan pencemaran nama baik wakil bupati Bojonegoro, oleh bupati Anna Mu’awanah.

“Jangan sampai terjadi kelambatan seperti yang terjadi pada kasus dugaan pemalsuan data otentik atau ganti nama tanpa keputusan pengadilan, dan dugaan kasus pemberian keterangan yang tidak sesuai data otentik,
yang dilaporkan oleh Anwar Sholeh ke Polres Bojonegoro.

Diberitakan sebelumnya, Anwar Sholeh, ketua DPRD Bojonegoro periode 1999 – 2004, pada 1 Maret 2021 telah melaporkan Anna Mu’awanah, bupati Bojonegoro, ke Polres Bojonegoro, terkait dugaan ganti nama tanpa keputusan Pengadilan. Belum lagi pelaporan kasus tersebut diselesaikan, pada 29 Juni 2021, Anwar Sholeh kembali melaporkan Anna Mu’awanah, bupati Bojonegoro, ke polisi atas dugaan pemalsuan data otentik atau menyuruh orang memasukkan keterangan palsu dalam data otentik.

Baca Juga :  Partai Nasdem Kecam Penutupan Tambangan Banjarsari

Meski sudah lebih dari 6 bulan kasus tersebut dalam penanganan polisi namun sampai sekarang belum ada kejelasan status hukum kasus tersebut.

Nasib yang sama juga dilakoni kasus dugaan pemalsuan data otentik. Sejak dilaporkan Anwar pada 1 Maret 2021. Sampai dengan waktu sekarang kasus tersebut masih dalam penyelidikan polisi.

“Jika terjadi lagi pada kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan wakil bupati, ini kan pertanda buruk bagi penegakkan hukum di Indonesia, khususnya Bojonegoro,” jelas M. Nasir, kepada netpitu.com.

Karenanya ia meminta pihak penyidik melakukan percepatan proses penyelidikan sekarang ini, dan begitu juga diproses penyidikannya, sehingga tidak ada penilaian miring terhadap kinerja polisi.

Baca Juga :  Yuk ! Ngabuburit di Pusat Kuliner Jalan Thamrin

Terpisah, Anwar Sholeh yang ditemui netpitu.com di tempat tinggalnya, Selasa, 26/10/2021, mengatakan pada kasus pertama, yakni ganti nama tanpa keputusan pengadilan, sampai sekarang belum ada kabar dari penyidik Polres. Dari Surat Pemberitahuan Hasil Penyelidikan yang disampaikan kepada Anwar, tertanggal 25 Oktober 2021, diberitahukan penyidik Polres Bojonegoro telah melakukan Pulbaket ke Universitas Borobudur di Jakarta, kepala Desa Laju Lor, Kec. Bangilan, Tuban, Kepala sekolah hingga kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Tuban.

“Tapi hasilnya nihil, karena berkas data dinyatakan hilang,” ujar Anwar.

“Kalau data sudah dinyatakan hilang, kan satu-satunya orang yang bisa ditanya penyidik kan cuma Anna Mu’awanah, selaku pemilik akte kelahiran. Ada nggak dia punya keputusan pengadilan saat melakukan proses pembuatan akte kelahiran. Karena ini menyangkut data otentik, yang dalam setiap ada perubahannya harus dilakukan secara sah menurut hukum,” ujar Anwar Sholeh.

Baca Juga :  Merasa Dicemarkan Suara Bojonegoro Laporkan Wartawan ke Polres

Sementara itu, lanjut Anwar Sholeh, untuk pelaporannya yang kedua tentang dugaan menyuruh orang memasukkan keterangan palsu ke dalam data otentik, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap 14 saksi.

“Rencananya, Minggu depan ini penyidik akan memanggil 2 orang lagi dari Tuban, untuk dimintai keterangan,” kata Anwar Sholeh.

“Sebagai rakyat, saya hanya mencari keadilan dan kepastian hukum untuk masyarakat Bojonegoro. Agar tidak jadi slilit di akherat nanti,” cetus mantan ketua DPRD itu.

(ro)