Kesandung Benih Lobster, KPK Tetapkan Menteri Kelautan Edhy Prabowo Tersangka Suap

- Team

Kamis, 26 November 2020 - 09:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetapkan Menteri Kelautan dan perikanan sebagai tersangka suap.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetapkan Menteri Kelautan dan perikanan sebagai tersangka suap.

JAKARTA. Netpitu.com – Jagad Indonesia kembali dikejutkan pemberitaan ditangkapnya seorang menteri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ), pada Selasa, (24/11/2020) waktu tengah malam, di bandara Siejarno – Hatta.

Kali ini yang “apes” adalah, menteri Kelautan, Edhy Prabowo, bersama rombongannya sepulang dari kunjungan tugas ke luar negeri. Turut dalam rombongan tersebut termasuk isteri Edhy Prabowo, Iis Rosyati Dewi, yang juga anggota DPR RI.

Tak hanya, menteri Edhy Prabowo, yang diamankan KPK. Ada 17 orang lain yang menjadi rombongan menteri Kelautan tersebut yang digiring ke kantor KPK, untuk menjalani pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Plt Juru Bicara (Jubir) KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (25/11), jumlah yang diamankan petugas KPK seluruhnya 17 orang. Diantaranya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan beserta istri dan beberapa pejabat di KKP. Selain itu, juga ada beberapa orang pihak swasta.

Baca Juga :  Dapat Remisi 2 Napi Lapas Tuban Bebas, 205 Napi Dikurangi Hukuman

“Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait dengan perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020,” jelas Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

KPK menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo sebagai tersangka penerima suap terkait dengan urusan ekspor benih lobster atau benur. Selain Edhy, ada 6 orang lainnya yang ditetapkan sebagai tersangka.

Berikut 7 tersangka yang ditetapkan KPK:
1. Edhy Prabowo (EP) sebagai Menteri KKP;
2. Safri (SAF) sebagai Stafsus Menteri KKP;
3. Andreau Pribadi Misanta (APM) sebagai Stafsus Menteri KKP;
4. Siswadi (SWD) sebagai Pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK);
5. Ainul Faqih (AF) sebagai Staf istri Menteri KKP; dan
6. Amiril Mukminin (AM)

Baca Juga :  Satpam Perusahaan Terlibat Pencurian Kabel di PT Semen Indonesia

Keenam tersangka penerima disangkakan Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Selanjutnya satu orang dari pihak swasta yang berperan sebagai pihak pemberi suap, Suharjito ( Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama ), juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penangkapan itu sebelumnya dilakukan pada Selasa (24/11) menjelang tengah malam saat Edhy Prabowo turun dari pesawat di Bandara Soekarno-Hatta yang mengantarkannya dari Jepang. Sebelumnya Edhy Prabowo dan rombongannya melakukan kunjungan ke Hawaii, Amerika Serikat (AS) lalu pulang ke Indonesia dengan transit dulu di Jepang.

Baca Juga :  Satu Lagi, Pengguna Narkoba Diringkus Polisi

Kegiatan ini dilakukan oleh tim KPK atas penugasan resmi dengan menurunkan lebih tiga kasatgas, baik penyelidikan dan penyidikan. Termasuk juga dari JPU yang ikut dalam kegiatan dimaksud.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, dalam keterangannya kepada wartawan meminta maaf kepada masyarakat karena terjerat kasus dugaan korupsi terkait izin ekspor benih lobster.

Edhy menyebut kasus yang menjeratnya itu sebagai sebuah kecelakaan dan akan bertanggung jawab atas kasus yang menjeratnya.

“Saya bertanggung jawab terhadap ini semua, saya tidak lari dan saya akan beberkan apa yang saya lakukan,” ujar Edhy.

“Saya juga mohon maaf kepada seluruh masyarakat, seolah-olah saya pencitraan di depan umum, itu tidak, itu semangat. Ini adalah kecelakaan yang terjadi,” kata Edhy di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (26/11/2020).

(*/ams)

Berita Terkait

Bebani Masyarakat, Sarbumusi Bojonegoro Tolak Tapera
Ketua Sarbumusi : Usulan Kenaikan Upah Apindo Tak Hargai Keringat Buruh
Mantan Camat Padangan Kembali Dihadirkan di Persidangan Dugaan Korupsi BKKD
Putusan Banding PT Tipikor Surabaya Bebaskan Shodikin Dari Dakwaan Primair JPU
Jual Proyek Fiktif Kades Kanten Dilaporkan Ke Polisi
Anwar Sholeh Serahkan Bukti Tambahan Kasus Dugaan Pemalsuan Data Otentik
Duit BOP TPQ Diduga Mengalir Ke Kantor Kemenag Untuk Ganti Cetak Piagam
Duit BOP TPQ Lari Kemana ? Ini Pengakuan Ketua FKTPQ

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 12:32

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Senin, 10 Juni 2024 - 10:48

Masa Jabatan 408 Kades di Bojonegoro Diperpanjang 2 Tahun

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:43

Banyak Masalah, PDIP Minta Pemerintah Batalkan PP No. 21 Tahun 2024 Tentang Tapera

Senin, 22 April 2024 - 13:11

Sekda Nurul Azizah Sapa Ribuan Warga di Pengajian Ning Umi Laila

Jumat, 19 Januari 2024 - 11:25

Pengajuan Penetapan Nama Pada Ijazah Muk’awanah Tak Penuhi Norma Hukum Administrasi Kependudukan : Pengadilan Harusnya Menolak

Jumat, 8 Desember 2023 - 19:29

Sikapi Pencoretan Caleg, DPC PPP Laporkan KPUD dan Bawaslu Kab. Bojonegoro ke DKPP

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:10

Sunaryo Abuma’in : LABH PPP Layani Pendampingan dan Bantuan Hukum Gratis Pada Masyarakat

Senin, 4 Desember 2023 - 16:43

PPP Maksimalkan Peran Saksi di Setiap TPS

Berita Terbaru

PILKADA 2024

Pilkada Bojonegoro : Memilih Pemimpin Atau Penguasa ( 1 )

Kamis, 20 Jun 2024 - 12:32

PENDIDIKAN

Job And Edu Fair SMKN 1 Diserbu Peminat Kerja Bojonegoro

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:03