oleh

TMMD Tuban, Dandim pun Jadi Tukang Batu

TUBAN. Netpitu.com – Bukan seorang pemimpin yang hanya bisa menunjuk-nunjuk prajuritnya untuk berpeluh penuh keringat karena bekerja maksimal untuk suksesnya pelaksanaan program TMMD 104 Kodim 0811/Tuban. Namun beda sekali dengan Komandan Kodim 0811/Tuban sekarang ini.

Adalah Letkol Inf Nur Wicahyanto karena sejak kecil sudah biasa ditempa keluarganya dan sudah menjadi sifatnya tanpa ba bi bu langsung turun langsung memgang cangkul ikut andil didalamnya.

Bukan hanya pada pelaksanaan program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-104 di Desa Brangkal Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban sudah dipenghujung waktu namun nyatanya disaat senggang beristirahat di Makodim dia justru ke lokasi TMMD.

“Bersama seluruh personel Satgas TMMD yang ikut andil dalam menyukseskan program tersebut tanpa ganti baju dahulu pegang alat itu mengaduk-ngaduk bahan adonan semen dan pasir,” kata Pasintel Kodim 0811/Tuban, Fakih bersama netpitu.com di lokasi.

Baca Juga :  A. Umar : Tuntutan Tidak Rasional, Sukur : Saya Tidak Ambisius

Itulah yang dilakukan Dandim 0811 Tuban Letkol. Inf. Nur Wicahyanto selaku Dansatgas TMMD ke 104 saat berjibaku mengaduk campuran pasir dan semen untuk pembangunan rumah milik Akhmad Karim di Dusun Jeruk RT, 002, RW. 001, Desa Brangkal, Kecamatan Parengan, Tuban, Selasa pagi (26/03/2019),.

Meski usai memberikan pengarahan kepada prajuritnya terkait jalannya program TMMD ke-104 di desa setempat, mantan Danyonif 527 itu langsung menuju rumah milik Akhmad Karim yang sedang dibangun. Di rumah itu, Dandim menyempatkan untuk memegang cangkul. Adukan pasir yang belum terata oleh semen itupun menjadi sasarannya.

Bhakti kemanunggalan TNI kuat bersama rakyat terbukti sudah. “Tidak ada istilah mana pangkatmu dan siapa dirimu, bersama para kuli bangunan dan tukang,” ucapnya Dandim ini kelahiran Solo, seraya menusap peluh keringatnya.

Baca Juga :  Agenda Reformasi Tak Boleh Berhenti, Bojonegoro Darurat KKN

“Sini kalau mau ikut saya, mas mengaduk Luluh. Saya juga orang desa, kalau begini saja ya bisa,“ ketusnya pria kelahiran 1977, untuk menyemangati anggotanya.

Timba yang dibawa tukang TNI itupun diisinya dengan cekatan. Cangkul yang telah digenggamnya terus diayunkan untuk menggaruk adonan luluh. Satu persatu timba bangunan terisi penuh. Semangat untuk mensukseskan TMMD dengan alokasi dana sekitar Rp 1 Milyar ini menjadi cita-cita besarnya untuk menunjukkan kepatriotan TNI demi kesejahteraan bangsa.

Tidak sedikit, prajurit bawahannya harus menyela cangkul yang dibawanya, namun tetap ditolak. Keringat yang terkucur dianggapnya hanya setetes pengorbanannya untuk Negara. Keutuhan NKRI dan menjaga kedaulatan bersama rakyatlah angin surga yang diharapkan.

“Memang ini bentuk kerjasama antara TNI dan rakyat. Sehingga kebersamaan ini menjadi rohnya TNI, jangan sampai manusia hilang roh-nya, “ katanya.

Baca Juga :  7 Perguruan Tinggi Terlibat Pengisian Parades Jurdil, Di Kecamatan Kanor

Bahkan untuk memotivasi dan memberikan contoh kepada seluruh bawahannya, dia rela ikut menyebar material batu kerikil di lokasi pembangunan jalan, “Biasa saja, tidak ada yang luar biasa untuk tentara, semuanya bisa melakukan hal yang sama, buktinya personil saya juga ikut bekerja dan menyebar batu bersama saya, meski terik matahari,” ujarnya sambil mengelap peluhnya dengan tangannya yang kotor.

Terkait kegiatan TMMD ke-104 di Kabupaten Tuban, Nur Wicahyanto, menyebutkan pencapaian fisik dihari ke 29 ini telah tuntas 100 persen.

“Kami juga berterima kasih kepada masyarakat dan pemerintah setempat yang luar biasa antusias bersama-sama TNI bergotong-royong untuk mensukseskan TMMD ini. Inilah yang kita harapkan adanya kebersamaan untuk mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat karena bersama Rakyat TNI Kuat,” pungkasnya.

(met)