oleh

Terdampak PSBB Covid -19 di Surabaya, Majelis Hakim Ngotot Minta Penggugat Hadir, PH Cabut Perkara

BOJONEGORO. Netpitu.com – Kesal terhadap majelis hakim ruang sidang l, Pengadilan Agama, Bojonegoro, penasehat hukum Sunaryo Abuma’in. SH. MH. mencabut langsung gugatan cerai kliennya di hadapan sidang majelis hakim dan akan melapor ke Siwas Mahkamah Agung.

Pasalnya, menurut Sunaryo Abuma’in, permintaan majelis hakim yang dipimpin Gembong, SH, dan anggota Nurochman, SH, serta Maftuh Basyuni, SH. yang meminta kehadiran pihak penggugat hadir di persidangan tidak masuk akal.

“Kami sudah jawab, penggugat tinggal di Surabaya, tidak bisa hadir karena ada penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Sehingga kami tidak mungkin bisa menghadirkan pihak klien kam (penggugat) lantaran adanya larangan keluar berpergian ke daerah kabupaten lain. Apalagi di Gresik juga tengah diterapkan PSBB untuk mencegah penyebaran penularan virus Corona,” jelas Sunaryo Abuma’in, kepada netpitu.com di kantornya, Senin, (27/04/2020).

Namun pihak majelis hakim yang diketuai Gembong, SH, tetap tidak mau menerima situasi kedaruratan di Surabaya yang menyebabkan klien kami tidak bisa hadir di persidangan gugatan cerai di Pengadilan Agama Bojonegoro. Dan tetap memaksakan kehendaknya untuk menghadirkan penggugat.

“Bencana Covid-19 ini kan diluar kuasa manusia. PSBB juga atas putusan pemerintah. Sehingga klien kami tidak bisa datang ke persidangan di PA Bojonegoro,” ujar Sunaryo Abuma’in.

Selain itu, sesuai Pasal 26 ayat (1), PP nomer 9/1975 atas pelaksanaan UU nomer 1 tahun 1974 tentang perkawinan, dan pasal 142 Kompilasi Hukum Islam (KHI), menurut Sunaryo Abuma’in disebutkan bahwa pada sidang gugatan perceraian suami/isteri datang sendiri dan atau mewakilkan kepada pihak kuasanya.

Artinya penggugat bisa tidak hadir di persidangan karena kehadirannya di persidangan pengadilan agama telah diwakilkan kepada kuasa hukumnya.

Sikap ngotot majelis hakim ruang sidang l Pengadilan Agama Bojonegoro inilah yang menurut Sunaryo Abuma’in telah membuatnya kesal dan membuatnya langsung menyatakan pencabutan terhadap perkara gugatan perceraiannya dengan nomor: 751/Pdt.G/2020/PA.BJN. atas nama A. Minarti yang menggugat suaminya Subakir.

Dalam situasi darurat bencana pandemi Covid-19 sebenarnya persidangan bisa dilakukan dengan cara video conference, sebagaimana ketentuan penyelenggaraannya telah diatur oleh peraturan MA.

Bukannya malah majelis hakim memaksakan kehendaknya agar orang lain melakukan pelanggaran PSBB.

(ro)